Guruh Soekarnoputra Wafat, Tinggalkan Jejak Panjang di Politik dan Karya Budaya Indonesia

narpolitik.com – Indonesia kembali kehilangan salah satu figur yang memiliki perjalanan panjang di dua dunia sekaligus: politik dan kebudayaan. Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Ia wafat dalam usia 73 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Jenazah Guruh kemudian disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta.

Kepergian Guruh bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar Soekarno dan PDI Perjuangan. Dunia seni dan budaya Indonesia juga kehilangan sosok yang selama puluhan tahun berusaha mempertemukan tradisi Nusantara dengan bentuk pertunjukan modern.

Guruh Soekarnoputra, dari Panggung Seni ke Parlemen

Nama Guruh Soekarnoputra selama ini memang tidak bisa dilepaskan dari dunia seni. Namun, perjalanan hidupnya juga memperlihatkan keterlibatan yang cukup panjang dalam politik Indonesia.

Guruh pertama kali duduk sebagai anggota DPR RI pada periode 1992–1997 melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Setelah era Reformasi, ia melanjutkan kiprahnya bersama PDI Perjuangan dan kembali terpilih dalam sejumlah periode pemilu.

Catatan Liputan6 menyebut Guruh kembali terpilih sebagai anggota DPR pada periode 1999–2004 dan 2004–2009 dari daerah pemilihan Jawa Timur VI. Selanjutnya, ia terpilih dari Jawa Timur I untuk periode 2009–2014 dan 2014–2019, sebelum kembali terpilih pada Pemilu 2019 untuk periode 2019–2024.

Di parlemen, Guruh antara lain berkegiatan di bidang yang memiliki hubungan erat dengan dunia yang selama ini digelutinya, yakni pendidikan dan kebudayaan.

Dengan perjalanan tersebut, politik bagi Guruh bukan sekadar babak terpisah dari dunia seni. Keduanya justru berjalan beriringan dalam perjalanan hidupnya.

Swara Mahardhika dan Upaya Membawa Budaya Nusantara ke Panggung Modern

Jauh sebelum dikenal sebagai politikus, Guruh sudah membangun reputasi sebagai seniman.

Salah satu jejak pentingnya adalah pendirian Swara Mahardhika pada 1977. Kelompok ini menjadi ruang bagi Guruh untuk mengembangkan pertunjukan yang memadukan musik, tari tradisional, unsur modern, serta tata panggung dalam skala besar.

Pendekatan tersebut membuat kesenian tradisional tidak hanya ditempatkan sebagai pertunjukan yang bersifat seremonial. Guruh mencoba menghadirkannya dalam format yang lebih populer dan dekat dengan generasi muda pada zamannya.

Sejumlah nama yang kemudian dikenal luas di dunia hiburan dan seni pertunjukan juga pernah berada di lingkungan Swara Mahardhika, antara lain Denny Malik, Titi DJ, Memes, Restu Kusumaningrum, serta Marissa dan Soraya Haque.

Jejak Guruh juga terlihat melalui kelompok musik Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan. Salah satu karya yang dikenal luas adalah lagu Kala Sang Surya Tenggelam, yang dinyanyikan Chrisye.

Musik, Tari hingga Wastra

Karya Guruh tidak berhenti pada musik. Ia juga dikenal melalui tari, pertunjukan panggung, mode dan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Indonesia.

ANTARA mencatat bahwa karya-karyanya mencakup musik, tari hingga pertunjukan kolosal. Salah satu kekuatannya adalah upaya mempertemukan elemen tradisional dengan pendekatan pertunjukan modern.

Pada tahun-tahun terakhir kehidupannya pun Guruh masih aktif dalam kegiatan kebudayaan. Pada Oktober 2025, misalnya, ia tampil dalam kegiatan Pagelaran Wastra Karya Guruh Soekarno Putra di Jakarta.

Hal tersebut menunjukkan bahwa perhatian Guruh terhadap kebudayaan tidak berhenti ketika ia memasuki dunia politik. Seni tetap menjadi bagian penting dari kehidupannya.

Politik dan Kebudayaan dalam Satu Perjalanan

Di panggung politik, Guruh membawa perhatian terhadap persoalan kebudayaan. ANTARA mencatat keterlibatannya di parlemen, termasuk ketika berada di Komisi X DPR RI, serta perhatiannya terhadap kebijakan pemajuan kebudayaan dan perlindungan hak cipta bagi pekerja seni.

Sementara itu, di luar parlemen, ia terus berkarya dan mempromosikan seni Indonesia.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang datang bertakziah ke rumah duka, mengenang Guruh terutama melalui karya seni dan budaya. SBY mengatakan perbincangan mereka ketika Guruh diundang ke Istana lebih banyak membahas bagaimana seni dan budaya dapat berperan bagi Indonesia, bukan semata-mata soal politik.

Kenangan tersebut menggambarkan sisi lain Guruh: seorang politikus yang identitasnya sebagai seniman tetap sangat kuat.

Warisan Guruh Soekarnoputra Setelah Wafat

Guruh Soekarnoputra meninggal pada usia 73 tahun setelah puluhan tahun berada di tengah perjalanan seni dan politik Indonesia.

Ia lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Sebagai putra bungsu Soekarno dan Fatmawati, kehidupannya sejak awal berada dekat dengan sejarah besar Indonesia. Namun, perjalanan Guruh kemudian berkembang melalui jalurnya sendiri: menciptakan musik, mengembangkan tari dan pertunjukan, mendirikan kelompok seni, sekaligus menjalani karier panjang di parlemen.

Kini, panggung tempat Guruh berkarya telah kehilangan sosoknya. Tetapi musik, pertunjukan, gagasan tentang kebudayaan, serta jejak politik yang ditinggalkannya akan tetap menjadi bagian dari catatan perjalanan Indonesia.

Selamat jalan, Guruh Soekarnoputra.

Related Posts

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

narapolitik.com – Pada Selasa pagi (20/10/2026), sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Selamat Datang di Bundaran HI dan membentangkan dua spanduk raksasa. Spanduk pertama bertuliskan: “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya…

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

narapolitik.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan nasional. Di tengah upaya pemerintah memadamkan api dan menindak pihak yang diduga bertanggung jawab, Greenpeace Indonesia menggelar aksi di kawasan…

Leave a Reply

You Missed

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 17 views
Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 18 views
Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

  • By mintz
  • October 18, 2026
  • 0
  • 18 views
Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 24 views
Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

Bahlil Klaim Stok BBM Aman, Koster Disorot di SPBU Bali

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 25 views
Bahlil Klaim Stok BBM Aman, Koster Disorot di SPBU Bali