
narapolitik.com – Partai Garuda merupakan salah satu partai politik yang ikut meramaikan kontestasi politik nasional. Partai ini sebelumnya dikenal dengan nama Partai Garda Perubahan Indonesia, dan pada Pemilu 2024 tercatat sebagai salah satu dari 17 partai politik nasional peserta pemilu.
Partai yang dipimpin Ahmad Ridha Sabana tersebut berdiri pada 16 April 2015. Dalam profil yang dihimpun Rumah Pemilu, Partai Garuda membawa visi perubahan Indonesia serta cita-cita mewujudkan masyarakat yang demokratis, adil dan sejahtera.
Pada Pemilu 2024, Partai Garuda menggunakan nomor urut 11. Berdasarkan penetapan hasil nasional KPU, partai ini memperoleh 406.883 suara untuk DPR RI. Angka tersebut belum cukup untuk memenuhi ambang batas parlemen sehingga Partai Garuda tidak memperoleh kursi DPR RI dari Pemilu 2024.
Meski demikian, aktivitas organisasi partai terus berjalan. Dalam struktur DPP yang tercantum di situs resminya, Ahmad Ridha Sabana masih tercatat sebagai Ketua Umum, sementara Ihsan Jauhari menjabat Sekretaris Jenderal dan Teddy Gusnaidi sebagai Wakil Ketua Umum.
Mulai menyiapkan Pemilu 2029
Memasuki 2026, Partai Garuda mulai memperlihatkan agenda konsolidasi organisasi untuk menghadapi Pemilu 2029. Dalam salah satu agenda konsolidasi di DKI Jakarta pada Agustus 2026, partai menyatakan penguatan struktur dari tingkat DPD, DPC hingga PAC menjadi bagian dari persiapan menuju pemilu berikutnya.
Partai juga menyebut 2026 sebagai fase penguatan dan 2027 sebagai periode penyempurnaan organisasi, termasuk persiapan data keanggotaan serta menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan faktual.
Perjalanan Partai Garuda menunjukkan tantangan yang dihadapi partai dengan perolehan suara relatif kecil dalam sistem politik Indonesia. Setelah mengikuti Pemilu 2024 tanpa memperoleh kursi DPR RI, pekerjaan berikutnya adalah membangun struktur organisasi, memperluas basis dukungan dan meningkatkan keterkenalan partai di tengah masyarakat.
Bagi Partai Garuda, Pemilu 2029 akan menjadi momentum berikutnya untuk menguji sejauh mana konsolidasi yang dilakukan sejak sekarang dapat diterjemahkan menjadi dukungan elektoral.









