google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Anak Buah Yaqut “Dirujak” Waketum Golkar, Ace Hasan Syadzily

narapolitik.com – Panitia Khusus (Pansus) Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengan Kasubdit Data, Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Ditjen PHU Kementerian Agama, Moh Hasan Afandi, Rabu (28/8/2024).

Hasan Affandi dicecar anggota DPR soal kuota ibadah haji 2024 dan kemungkinan manipulasi data di sistem Siskohat. Politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzili bertanya soal dugaan manipulasi data tersebut.

“Nah makanya saya ingin pertegas sama Bapak. Yang melakukan manipulasi data dari pengaju calon Jemaah Haji itu, apakah petugas dilevelkan ke Menang, ke Bupatan Kota, yang melakukan input dan memiliki akses terhadap Siskohat, atau siapa?,” tanya Ace Hasan Syadzily dalam siaran YouTube TVR Parlemen.

Namun, Hasan Afandi tak bisa menjawab karena mengaku tak mengetahui kasus per kasus. Ia juga tidak mau asal menebak dan menyalahkan sembarang orang. “Saya tak bisa menjawab pak,” jawab Hasan singkat. Saat dihujani banyak pertanyaan, Hasan terlihat menyimpan kepanikan dan mengusap mata sambil terdiam menunduk.

Ace Hasan yang akrab disapa Kang Ace ini membeberkan fakta dilapangan bahwa dugaan manipulasi ini benar adanya. “Sekarang Jamaah Indonesia, Pak, pengen semua berangkat, Pak. Sampai mereka harus memanipulasi data pun mereka akan siap lakukan. Kalau tidak diberikan peluang oleh sistem, nggak mungkin. Tapi nyatanya itu terjadi,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini kembali mempertajam pertanyaan sebelumnya, “saya ingin menegaskan lagi pertanyaan dari Pak Saleh, bahwa dengan sistem ini memungkinkan terjadinya manipulasi?,”. Menurut Hasan Affandi hal tersebut memungkinkan “Mungkin saja. Kami diajarkan, Bapak, bahwa tidak ada sistem yang kemudian dijamin pasti aman,” imbuh Hasan.

Kang Ace memberi catatan tebal mengenai tindak manipulasi yang terjadi di Siskohat karena hal ini berulang kali terjadi “Ya, ini supaya tegas saja, Pak. Enggak, karena begini, Pak. Ketika kita rapat dengan Dirjen, ya, selalu ini sesuai dengan Siskohat, sesuai dengan undang-undang. Tapi kenyataannya ini terjadi (manipulasi), gitu lho. Jadi, ini kan menyangkut dengan kebohongan. Sementara kami di lapangan juga menemukan kasus orang yang baru daftar, itu bisa berangkat. Nah, itu biar catatan saja buat Bapak. Terima kasih”. pungkasnya.

raditya

Related Posts

Cucun Ahmad Syamsurijal Menegaskan Dirjen Pondok Pesantren Jadi Eksekutor Undang‑Undang Pesantren

narapolitik.com – Pada acara penganugerahan Santri of The Year 2025 di Gedung Nusantara IV MPR/DPR RI, Minggu (9 November 2025), Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal akrab dipanggil Kang…

Gelak Tawa ke Gelar Perkara: Eko Patrio, Arogansi yang Meledak di Parlemen

narapolitik.com – Suara dan bisik riuh di ruang sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) minggu ini terasa getir. Di balik dinding megah Gedung Nusantara, sidang itu tak lagi sekadar membahas pelanggaran…

Leave a Reply

You Missed

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 31 views
Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 38 views
Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 51 views
Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 33 views
Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”