google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

narapolitik.com – Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, angkat suara soal situasi politik belakangan ini. Menurutnya, sekarang bukan momen yang tepat untuk melontarkan provokasi terhadap pemerintah apalagi di tengah kondisi global yang lagi nggak stabil.

Dalam keterangannya di Jakarta, dia menyoroti bahwa dunia saat ini sedang menghadapi banyak tekanan, mulai dari ekonomi global yang kacau, situasi keamanan yang memanas, hingga konflik di berbagai negara. Di tengah kondisi seperti itu, menurut dia, Indonesia justru butuh suasana yang adem dan solid, bukan malah dipanaskan dari dalam negeri.

Hasan juga menyinggung adanya pernyataan dari seorang pimpinan lembaga survei yang dianggap bernuansa provokatif. Hasan mengaku cukup miris melihat hal tersebut, karena dinilai bisa memicu kegaduhan politik yang tidak perlu.

“Kalau dunia lagi nggak baik-baik saja, harusnya kita di dalam negeri kompak,” kira-kira begitu pesan yang ingin disampaikan Hasan.

Kritik Boleh, Tapi Jangan Provokasi

Hasan menegaskan, dalam sistem demokrasi, kritik itu sah-sah saja bahkan penting. Tapi yang jadi masalah adalah ketika kritik berubah jadi ajakan untuk menjatuhkan pemerintah secara tidak konstitusional.

Menurut dia, mekanisme pergantian kekuasaan di Indonesia sudah jelas lewat pemilu. Jadi kalau ada pihak yang ingin mengganti pemerintahan, jalurnya ya lewat proses demokrasi, bukan dengan provokasi.

Ia bahkan menilai, upaya menjatuhkan pemerintah tanpa dasar pelanggaran hukum atau konstitusi justru bertentangan dengan prinsip demokrasi itu sendiri.

Sindiran untuk “Pejuang Demokrasi”

Dalam pernyataannya, Hasan juga sedikit menyentil pihak-pihak yang mengaku sebagai pejuang demokrasi, tapi dinilai tidak memahami esensi demokrasi itu sendiri.

Menurutnya, kalau memang menjunjung demokrasi, seharusnya juga menghormati hasil pemilu dan proses yang sudah berjalan. Bukan malah memancing situasi jadi panas karena kepentingan atau ketidakpuasan pribadi.

Intinya: Jaga Kondusif, Jangan Bikin Gaduh

Di tengah situasi global yang serba nggak pasti, Hasan mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dalam negeri. Kritik tetap boleh, tapi harus disampaikan dengan cara yang sehat dan sesuai aturan.

Karena kalau bukan kita yang menjaga suasana tetap kondusif, siapa lagi?

source : dari berbagai sumber

raditya

Related Posts

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

narapolitik.com – Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, secara resmi bergabung menjadi kuasa hukum untuk Roy Suryo dan rekan-rekannya dalam perkara dugaan pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo. Ia…

Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

narapolitik.com – Rabu, 13 November 2025 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menghadiri acara penyerahan bantuan berupa 100 unit becak listrik untuk…

Leave a Reply

You Missed

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 31 views
Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 38 views
Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 51 views
Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 33 views
Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”