Keras! PDIP Yakinkan Tidak Akan Ada Skenario Kotak Kosong di Pilgub Jakarta

narapolitik.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, optimis menghadapi Pilgub Jakarta 2024 di November mendatang. Dia yakin peluang melawan Koalisi Gemuk KIM plus yang mengusung Ridwan Kamil (RK) di Pilgub DKI Jakarta masih terbuka lebar. Apalagi dengan melihat suara-suara rakyat dan kelompok pro demokrasi, terang Hasto.

Sebagai Partai yang ‘kenyang’ dengan intrik-intrik politik dan terkenal dengan dobrakan-dobrakannya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP memastikan Pilgub Jakarta tak akan terjadi calon tunggal alias kotak kosong. Dari sini, PDIP pun menunjukkan kode akan memberi dukungan Anies Baswedan sebagai calon Gubernur Jakarta.

“Peluang untuk membangun kerja sama di Jakarta sehingga tidak ada calon tunggal,” kata Hasto.

Hasto juga mengatakan ada upaya penjegalan dalam proses komunikasi antar partai jelang pendaftaran calon kepala daerah, termasuk di Jakarta. “Dari laporan yang kami terima ketika kami dialog dengan partai-partai lain memang ada upaya yang membendung itu,” katanya.

Peluang dukungan kepada Anies tergolong besar, dengan fakta lapangan bahwa Anies Baswedan berpeluang besar ditinggalkan partai pendukung utamanya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) karena tak kunjung memenuhi syarat pencalonan.

Hasto mengakui ketertarikan partai terhadap Anies yang menjadi rival berat selama ini. Hasto memuji gaya bicara Anies yang menurutnya menarik.

“Dari cara bicaranya menarik,” ucap Hasto sambil tersenyum ketika mendampingi Megawati Soekarnoputri saat kunjungannya ke pameran seni rupa di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (8/8) petang.

Hasto juga menyampaikan “Dan Mbak Puan juga sudah beberapa kali menyampaikan sikapnya dan kami juga melakukan komunikasi ya dengan banyak calon potensial di Jakarta termasuk Pak Andika jangan lupa, juga diusulkan di Jakarta,” pungkasnya.

Sebelumnya, PKS memberi tenggat waktu bagi Anies Baswedan untuk mencari rekan koalisi, bahkan Presiden PKS (Ahmad Syaikhu) ikut ‘turun gunung’. Namun hingga tanggal yang telah disepakati, Anies tidak kunjung mengeksekusi. Disisi lain, mitra koalisi ini sangatlah vital, karena syarat untuk maju pilkada jakarta harus memiliki setidaknya 22 kursi, sedangkan PKS hanya memiliki 18 kursi di DPRD Jakarta.

Related Posts

Kencang Wacana Pemakzulan, PDIP Terbelah soal Gibran?

narapolitik.com – Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memunculkan perbedaan penekanan di kalangan politisi PDI Perjuangan (PDIP). Ada yang mendorong langkah tegas melalui mekanisme konstitusional, sementara yang lain meminta…

Lapas Cibinong Disorot DPR: Overcapacity 216 Persen, CCTV hingga Aset Rumah Dinas Jadi Sorotan

narapolitik.com – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menjadi sorotan Komisi XIII DPR RI dalam rapat bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Rapat tersebut membahas sejumlah temuan Ombudsman RI, mulai…

Leave a Reply

You Missed

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 18 views
Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 19 views
Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

  • By mintz
  • October 18, 2026
  • 0
  • 19 views
Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 24 views
Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

Bahlil Klaim Stok BBM Aman, Koster Disorot di SPBU Bali

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 25 views
Bahlil Klaim Stok BBM Aman, Koster Disorot di SPBU Bali