Ratusan Kader PKB Digembleng di Purworejo, Ini Fokus Pendidikan Politik dan Kebangsaan

narapolitik.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperkuat kaderisasi politik di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB menggelar Pendidikan Kader Penggerak Bangsa (PKPB) angkatan ke-4 dengan menghadirkan sekitar 100 peserta.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pondok Pesantren Al-Faham, Baledono, Kabupaten Purworejo, Jumat, 14 Agustus 2026. Pendidikan kader ini berlangsung selama dua hari satu malam dan menghadirkan instruktur dari LKN DPP PKB.

Kegiatan PKPB diinisiasi oleh anggota DPR RI Fraksi PKB dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI, Abdullah atau Gus Abdullah. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo.

Pendidikan Kader Penggerak Bangsa tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan konsolidasi internal partai. Forum tersebut juga menjadi ruang pembekalan bagi kader agar memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai politik, kebangsaan, organisasi, serta peran sosial di tengah masyarakat.

Perwakilan LKN DPP PKB, Zaini Rahman, mengatakan kader membutuhkan kapasitas yang memadai agar dapat menjalankan peran politik secara lebih baik.

Menurutnya, seorang kader tidak cukup hanya memiliki keberanian untuk bergerak. Kader juga harus mempunyai kemampuan berpikir, kemampuan bertindak, serta integritas moral.

Tiga aspek tersebut dinilai penting untuk membentuk kader yang tidak hanya aktif secara politik, tetapi juga memiliki kualitas kepemimpinan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai sejarah, nilai-nilai, serta orientasi perjuangan Nahdlatul Ulama dan PKB.

Materi kaderisasi diarahkan agar aktivitas politik tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan elektoral. Para kader juga didorong memahami tujuan politik dan bagaimana kebijakan publik dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Ketua DPC PKB Kabupaten Purworejo, Muhaimin, menyebut PKPB merupakan salah satu jenjang kaderisasi yang diselenggarakan PKB.

Untuk kegiatan kaderisasi yang menjadi tanggung jawab anggota DPR RI, proses perekrutan peserta dilakukan melalui masing-masing anggota Fraksi PKB.

Berdasarkan absensi panitia, kegiatan PKPB angkatan ke-4 tersebut diikuti sekitar 100 peserta.

Muhaimin menjelaskan, forum itu menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman kepartaian sekaligus membekali peserta dengan keterampilan teknis berorganisasi agar mampu menjadi penggerak di masyarakat.

Kader yang mengikuti pendidikan tersebut diharapkan tidak hanya memahami aktivitas politik secara praktis, tetapi juga mengetahui alasan, nilai, serta tujuan dari gerakan politik yang mereka jalankan.

Salah satu pesan penting dalam kegiatan kaderisasi tersebut adalah perlunya kader memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

PKB Purworejo mendorong kader agar mampu melihat persoalan yang dihadapi kelompok masyarakat, termasuk kelompok marginal dan warga yang selama ini dinilai belum mendapatkan keberpihakan yang cukup dalam kebijakan publik.

Dengan pemahaman tersebut, kader diharapkan dapat menghubungkan aktivitas politik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Artinya, keberadaan kader tidak berhenti pada aktivitas organisasi atau kegiatan politik menjelang pemilu. Mereka juga diharapkan mampu menjalankan fungsi sosial dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan proses kebijakan.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena politik pada akhirnya berkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial hingga pelayanan publik.

Gus Abdullah mengatakan PKPB angkatan ke-4 juga menjadi bagian dari konsolidasi internal PKB sekaligus upaya memperkuat kapasitas kader dan menyiapkan regenerasi organisasi.

Ia berharap kegiatan pendidikan kader tidak berhenti pada pelaksanaan di tingkat kabupaten.

Menurutnya, proses kaderisasi perlu terus diperluas hingga tingkat kecamatan sehingga semakin banyak kader yang memperoleh pembekalan.

“Harapannya nanti ini bisa menyeluruh. Ini dimulai dari pendidikan kader penggerak, kemudian diharapkan bisa berlanjut sampai tingkat kecamatan,” kata Gus Abdullah seperti dikutip Purworejo24.

Selain kaderisasi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam pembukaan, termasuk perwakilan kepolisian dan Kejaksaan Negeri Purworejo.

Gus Abdullah menjelaskan, komunikasi dengan berbagai pihak diperlukan agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat lebih cepat disampaikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Dalam PKPB angkatan ke-4 ini, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai kaderisasi, kebangsaan, ke-NU-an, organisasi, politik, serta penguatan kapasitas kader.

Sejumlah instruktur LKN DPP PKB yang hadir antara lain KH Adnan Anwar, KH Zainul Rahman, KH Hariri Makmun, dan Fuad Fahmi.

Program PKPB sendiri merupakan bagian dari sistem kaderisasi PKB. Dalam aturan sistem kaderisasi PKB, Pendidikan Kader Penggerak Bangsa ditempatkan sebagai salah satu bentuk pendidikan politik yang menitikberatkan pada penguatan ideologi politik serta nilai-nilai perjuangan PKB.

Dengan demikian, pendidikan kader di Purworejo menjadi salah satu bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia politik di lingkungan PKB.

Para peserta diharapkan tidak sekadar menjadi anggota atau simpatisan, tetapi berkembang menjadi kader yang mempunyai pengetahuan politik, kemampuan organisasi, integritas, sekaligus kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Bagi PKB Purworejo, kaderisasi tersebut juga menjadi investasi organisasi untuk mempersiapkan regenerasi sekaligus memperkuat peran kader di tengah masyarakat.

Jika proses tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan hingga tingkat kecamatan, basis kaderisasi PKB di Purworejo berpeluang semakin luas dan terstruktur.

Pada akhirnya, pendidikan politik tidak hanya menjadi sarana membangun kekuatan organisasi, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami politik secara lebih substantif—bukan sekadar sebagai perebutan suara saat pemilu.

sumber Purworejo24

Related Posts

Cak Imin Masih Pikir-Pikir Maju Capres, Zulhas Singgung Pilpres 2029

narapolitik.com – Pembicaraan mengenai Pilpres 2029 mulai muncul di tengah dinamika partai politik. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin masih…

Gus Miftah Mundur, Andi Setiawan: Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

narapolitik.com – Viralnya video Gus Miftah yang menghina penual es teh yang berujung pada permintaan maaf baru-baru ini turut menjadi sorotan kader muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, Andi…

Leave a Reply

You Missed

Jelang Demo 28 Oktober di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa dan Respons Polisi

  • By mintz
  • October 27, 2026
  • 0
  • 13 views
Jelang Demo 28 Oktober di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa dan Respons Polisi

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 19 views
Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 21 views
Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

  • By mintz
  • October 18, 2026
  • 0
  • 21 views
Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 27 views
Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!