
narapolitik.com – Komedian sekaligus politikus Narji Cagur mulai mengambil peran lebih aktif di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Banten. Setelah resmi bergabung dengan PSI, Narji turun langsung ke Kabupaten Lebak untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Kehadiran Narji di Lebak menjadi bagian dari upaya PSI Banten memperkuat struktur partai hingga tingkat daerah. Langkah tersebut juga menjadi persiapan menghadapi kontestasi politik yang masih beberapa tahun lagi, yakni Pemilu 2029.
Menurut Narji, konsolidasi dilakukan untuk memperkuat komunikasi dan persiapan partai mulai dari tingkat DPW Banten, DPD kabupaten/kota, DPC kecamatan hingga pengurus ranting di desa dan kelurahan.
Narji juga mengapresiasi antusiasme pengurus serta masyarakat Lebak dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kunjungan langsung ke daerah penting untuk memperkuat komunikasi sekaligus membesarkan PSI di Banten.
Narji Pilih Turun Langsung ke Daerah
Langkah Narji menunjukkan bahwa perannya di PSI tidak berhenti pada momentum bergabungnya dirinya dengan partai tersebut.
Sebelumnya, Narji resmi bergabung dengan PSI setelah meninggalkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Keputusan itu kemudian dikukuhkan secara simbolis dalam kegiatan sosial yang digelar DPW PSI Banten pada Juli 2026.
Kepindahan tersebut menjadi salah satu perhatian karena Narji bukan sekadar figur hiburan. Ia sebelumnya telah terjun ke dunia politik dan menjadi calon anggota legislatif dari PKS pada Pemilu 2024.
Narji menyatakan keputusannya bergabung dengan PSI didasari keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat secara lebih luas serta adanya kesesuaian visi dan misi dengan PSI.
Kini, aktivitasnya di Banten mulai diarahkan pada kerja-kerja organisasi. Kunjungan ke Lebak menjadi salah satu bentuk pendekatan tersebut.
Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Bagi PSI, penguatan struktur daerah menjadi pekerjaan penting karena Pemilu 2029 masih menjadi target besar partai.
Dalam kunjungannya ke Lebak, Narji menyebut persiapan dilakukan secara berjenjang. Artinya, konsolidasi tidak hanya menyasar pengurus tingkat provinsi atau kabupaten, tetapi juga struktur hingga kecamatan dan desa atau kelurahan.
Strategi turun langsung ke daerah juga memberi ruang bagi partai untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat. Aspirasi yang diperoleh dari lapangan kemudian dapat menjadi bahan evaluasi bagi jajaran pengurus PSI Banten.
Dengan demikian, aktivitas Narji di Banten bukan sekadar agenda seremonial. Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari proses membangun jaringan politik PSI menjelang Pemilu 2029.
Tantangan PSI: Elektabilitas Masih Jadi Sorotan
Di tengah aktivitas konsolidasi tersebut, PSI menghadapi tantangan lain di tingkat nasional, yakni bagaimana meningkatkan elektabilitas partai.
Tempo dalam artikelnya yang terbit 14 Agustus 2026 menyoroti elektabilitas PSI yang berada di angka 1,9 persen. Angka tersebut kemudian dikaitkan dengan pertanyaan mengenai sejauh mana pengaruh atau Jokowi Effect masih mampu memberikan dampak terhadap elektabilitas PSI.
Sorotan itu menjadi menarik karena dalam beberapa waktu terakhir mantan Presiden Joko Widodo juga melakukan aktivitas politik yang berkaitan dengan PSI. Safari politik Jokowi, antara lain ke Lampung, dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi PSI menjelang Pemilu 2029. Sejumlah pengamat juga menilai efektivitas pengaruh Jokowi terhadap elektabilitas partai masih perlu dilihat dari perkembangan politik ke depan.
Artinya, persoalan PSI tidak hanya berkaitan dengan figur yang tampil di tingkat nasional, tetapi juga bagaimana partai membangun basis dukungan di daerah.
Di titik inilah konsolidasi seperti yang dilakukan Narji di Lebak menjadi relevan.
Narji dan Upaya Memperkuat Basis PSI di Banten
Banten menjadi salah satu wilayah yang memiliki arti strategis bagi PSI. Data KPU mengenai kepengurusan partai mencatat PSI memiliki struktur kepengurusan tingkat provinsi di Banten dengan Muhammad Hafiz Ardianto sebagai ketua.
Masuknya figur publik seperti Narji memberikan tambahan daya tarik bagi partai. Namun, popularitas seorang figur belum otomatis berubah menjadi dukungan elektoral.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana popularitas tersebut diterjemahkan menjadi kerja politik yang nyata, komunikasi dengan masyarakat, serta penguatan organisasi di tingkat akar rumput.
Narji tampaknya memilih jalur tersebut dengan turun langsung ke daerah.
Kunjungan ke Lebak memperlihatkan upaya untuk tidak hanya mengandalkan popularitas sebagai komedian, tetapi juga membangun peran sebagai kader partai. Jika pola konsolidasi tersebut dilakukan secara konsisten, Narji berpeluang menjadi salah satu wajah PSI yang aktif berkomunikasi dengan masyarakat di Banten.
Bukan Sekadar Mengandalkan Efek Figur
Kondisi elektabilitas PSI yang masih berada di bawah ambang batas parlemen membuat kerja organisasi menjadi semakin penting.
Pada Pemilu 2024, PSI memperoleh sekitar 2,8 persen suara nasional sehingga belum memenuhi ambang batas parlemen 4 persen.
Karena itu, menghadapi Pemilu 2029, PSI membutuhkan strategi yang lebih panjang. Konsolidasi struktur, perekrutan kader, penguatan jaringan daerah, serta komunikasi publik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mengejar target politik tersebut.
Kehadiran Narji di Lebak dapat dibaca dalam konteks itu.
Popularitas memang bisa menjadi modal awal, tetapi memenangkan kepercayaan pemilih membutuhkan kerja yang berkelanjutan. Terlebih, Pemilu 2029 masih cukup jauh sehingga partai memiliki waktu untuk membangun fondasi politiknya.
Narji Jadi Salah Satu Wajah Baru PSI
Bergabungnya Narji memberikan warna baru bagi PSI Banten. Dari dunia hiburan, Narji kini masuk lebih jauh ke aktivitas politik praktis dan organisasi partai.
Konsolidasi di Lebak menunjukkan bahwa ia mulai menjalankan peran tersebut secara lebih aktif.
Di sisi lain, langkah ini juga menjadi ujian bagi Narji. Publik akan melihat apakah popularitas yang selama ini dibangun sebagai komedian dapat diterjemahkan menjadi kedekatan politik dengan masyarakat.
Bagi PSI, tantangannya juga tidak ringan. Elektabilitas 1,9 persen yang disorot Tempo menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Pemilu 2029 masih panjang.
Karena itu, konsolidasi di daerah seperti Lebak menjadi bagian penting dari pekerjaan rumah PSI.
Jika konsolidasi berjalan konsisten dan mampu menghasilkan kedekatan nyata dengan masyarakat, figur seperti Narji dapat menjadi salah satu aset politik PSI Banten. Namun, seberapa besar dampaknya terhadap elektabilitas partai baru akan terlihat melalui perjalanan politik menuju Pemilu 2029.











