
narapolitik.com – Aktivitas politik Anies Baswedan kembali terlihat di Jawa Timur. Tokoh nasional tersebut menghadiri Kelas Kader Gerakan Rakyat di Astoria Convention Hall, Kota Mojokerto, Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan yang digelar DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur bersama DPD Gerakan Rakyat Mojokerto itu diikuti perwakilan kader dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sejumlah pengurus pusat, organisasi sayap, tokoh masyarakat dan unsur pemerintah daerah juga hadir dalam agenda tersebut.
Kehadiran Anies menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan yang disebut sebagai bagian dari penguatan kader dan konsolidasi organisasi Gerakan Rakyat di Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Anies menyoroti kondisi masyarakat yang menurutnya mulai lelah dengan politik. Ia mengatakan sebagian masyarakat merasa politik selama ini lebih banyak memperjuangkan kepentingan orang atau kelompok tertentu.
“Kita berkumpul di sini karena ingin Indonesia lebih baik. Karena itu pertemuan kelas kader ini menjadi penting,” kata Anies, seperti diberitakan Detak.co.
Menurut Anies, kondisi tersebut harus dijawab dengan cara berpolitik yang berbeda. Ia meminta kader Gerakan Rakyat tidak sekadar mengandalkan aktivitas organisasi, tetapi membawa gagasan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ketika bergerak di wilayah politik, maka harus menomorsatukan gagasan. Bagi teman-teman yang aktif di Gerakan Rakyat ini, kita tidak boleh tampil sama. Kita harus membawa pesan yang berbeda,” ujarnya.
Anies Minta Gerakan Rakyat Tidak Eksklusif
Anies juga menekankan pentingnya sikap terbuka dalam membangun organisasi politik. Menurut dia, Gerakan Rakyat harus memiliki semangat mengajak masyarakat, bukan menciptakan jarak dengan kelompok lain.
“Semangat yang ada adalah semangat untuk mengajak. Bukan semangat yang membuat menjauh. Kita mengedepankan rakyat,” kata Anies.
Ia bahkan mengingatkan agar identitas organisasi tidak terlalu berpusat pada figur tertentu maupun pengurus. Menurutnya, rakyat harus menjadi pihak yang paling ditonjolkan dalam setiap aktivitas Gerakan Rakyat.
Pesan tersebut menjadi menarik karena Gerakan Rakyat kini tidak hanya bergerak sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga membangun struktur partai politik.
Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam kegiatan yang sama menyebut pembentukan kekuatan politik tersebut sebagai jalan baru di tengah ketidakpercayaan terhadap partai politik dan lembaga perwakilan.
“Kita bangun kekuatan politik kita sendiri, dan kekuatan politik itu adalah Partai Gerakan Rakyat,” ujar Sahrin.
Konsolidasi 38 Kabupaten/Kota
Kegiatan di Mojokerto juga memperlihatkan upaya Gerakan Rakyat membangun struktur organisasi secara lebih luas di Jawa Timur.
Ketua DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur Misranto mengatakan perwakilan dari 38 kabupaten/kota hadir dalam kelas kader tersebut. Ia menyebut konsolidasi itu sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi besar di tubuh Gerakan Rakyat.
Selain kaderisasi, acara tersebut juga memperkenalkan sejumlah organisasi sayap Gerakan Rakyat, antara lain Badan Penanggulangan Bencana (BAGANA), Badan Keamanan dan Pengawalan (BAKAWAL), Perempuan Bergerak, Muda Bergerak, serta Gerakan Rakyat Kristen Indonesia Sejahtera (GEKRIS).
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Gerakan Rakyat sedang membangun perangkat organisasi hingga tingkat daerah. Di Kota Mojokerto sendiri, Partai Gerakan Rakyat sebelumnya telah melakukan konsolidasi setelah memperoleh Surat Keterangan Terdaftar dari Bakesbangpol Pemerintah Kota Mojokerto.
Nama Anies Kembali Muncul dalam Aktivitas Gerakan Rakyat
Kehadiran Anies di Mojokerto juga menjadi bagian dari rangkaian aktivitasnya bersama Gerakan Rakyat. Organisasi tersebut sebelumnya secara terbuka menempatkan Anies sebagai tokoh inspirasi.
Dalam pemberitaan resmi Gerakan Rakyat pada Maret 2026, organisasi di Jawa Timur menyatakan ingin menjadi wadah bagi simpatisan Anies.
Namun, dalam kegiatan Mojokerto kali ini, pesan yang disampaikan Anies lebih banyak diarahkan pada gagasan, kaderisasi dan bagaimana organisasi menempatkan rakyat sebagai pusat gerakan.
Dengan konsolidasi yang melibatkan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, kegiatan Mojokerto menjadi salah satu gambaran bagaimana Gerakan Rakyat sedang memperkuat struktur politiknya di daerah.
Bagi Anies, pesan yang dibawa dalam konsolidasi tersebut bukan sekadar soal figur. Ia menekankan agar kader mengedepankan gagasan dan membangun gerakan yang mampu mengajak masyarakat lebih luas.
Perkembangan selanjutnya akan memperlihatkan bagaimana konsolidasi tersebut diterjemahkan Gerakan Rakyat ke dalam aktivitas politik dan organisasi di Jawa Timur.









