Loekat Kurnia dan Politik Teknokratik Gelora di Lampung: Membaca Arah Baru di Era Prabowo

narapolitik.com – Nama Loekat Kurnia Adriansyah memang belum sebesar sejumlah politisi senior yang bertarung di Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung I. Namun, kiprahnya sebagai salah satu calon legislatif Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) pada Pemilu 2024 menarik untuk dilihat dari perspektif munculnya generasi politisi dengan latar belakang pendidikan dan profesional nonpolitik.

Loekat maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Gelora dengan nomor urut empat di Dapil Lampung I. Dapil Lampung I sendiri meliputi Lampung Barat, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu, Pesisir Barat, Kota Bandar Lampung, dan Kota Metro. Secara keseluruhan, Partai Gelora memperoleh 7.229 suara partai di dapil tersebut, sedangkan total suara sah yang tercatat untuk para calon Gelora mencapai 11.983 suara.

Angka tersebut memang belum cukup untuk membawa Loekat ke Senayan. Tetapi perjalanan politiknya memberikan gambaran mengenai bagaimana partai baru seperti Gelora mencoba menghadirkan figur dengan latar belakang profesional untuk memasuki arena politik elektoral.

Salah satu aspek menarik dari profil Loekat adalah latar belakang pendidikannya. Ia menggunakan gelar S.T., lulus dari Universitas Gunadarma sebagai bagian dari riwayat pendidikannya. Sedangkan riwayat pendidikan menengahnya tercatat di SMA Negeri 10 Bandar Lampung. Latar belakang teknik membawa pendekatan yang berbeda ketika seseorang masuk ke dunia politik.

Dunia teknik terbiasa dengan persoalan yang harus dipecahkan melalui perencanaan, perhitungan, efisiensi, serta evaluasi. Politik, tentu saja, tidak sesederhana persoalan teknis. Namun kemampuan berpikir sistematis dapat menjadi modal ketika seorang politisi harus berhadapan dengan persoalan pembangunan, infrastruktur, ekonomi, tata kelola pemerintahan hingga pelayanan publik.

Dalam konteks Lampung, pendekatan semacam itu relevan. Persoalan pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga konektivitas, produktivitas ekonomi, industri, pertanian, pendidikan vokasi dan kemampuan daerah menciptakan lapangan pekerjaan. Di titik inilah figur berlatar teknik dapat menawarkan perspektif berbeda dari politisi yang sejak awal berkarier di partai atau birokrasi.

Masuknya kalangan profesional ke politik bukan fenomena baru. Tetapi bagi partai baru seperti Gelora, keberadaan figur profesional menjadi bagian dari upaya membangun identitas politik yang berbeda.

Menarik melihat profil Loekat bukan semata dari kiprahnya pada kontestasi politik daerah 2024, melainkan dari model politik yang coba dibangun melalui perpaduan antara pendidikan teknik, pengalaman profesional dan kendaraan politik baru. Politisi profesional harus mampu menerjemahkan bahasa teknokrasi menjadi bahasa politik yang mudah dipahami masyarakat. Sebaliknya, gagasan politik juga harus mampu diterjemahkan menjadi program yang konkret.

Partai Gelora sendiri lahir sebagai partai baru pada 2019. Partai ini didirikan oleh sejumlah tokoh yang sebelumnya memiliki latar belakang politik di PKS dan membawa gagasan tentang Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia.

Dalam Pemilu 2024, Gelora mencoba menempatkan figur-figur dengan latar belakang beragam di berbagai daerah pemilihan. Di Lampung I, Loekat berada satu tim dengan Samsani Sudradjat, Mahesa Arba dan Nelly Septina. Pilihan tersebut menunjukkan bahwa Gelora tidak hanya mengandalkan tokoh nasional untuk membangun elektabilitas, tetapi juga mencoba membentuk jaringan kandidat di tingkat daerah.

Bagi Loekat, tantangannya tentu lebih besar. Ia harus membangun pengenalan publik sekaligus menjelaskan mengapa latar belakang profesionalnya relevan dengan persoalan masyarakat Lampung. Di bawah pemerintahan Prabowo, agenda pembangunan nasional banyak bertumpu pada peningkatan kemandirian ekonomi, industrialisasi, ketahanan pangan, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas ekonomi nasional.

Agenda tersebut pada dasarnya membutuhkan kombinasi antara political leadership dan kemampuan teknokratis.Di sinilah latar belakang teknik Loekat bisa menjadi relevan secara politik. Seorang politisi dengan latar belakang teknis berpotensi mengambil posisi sebagai penghubung antara kepentingan politik dan kebutuhan implementasi pembangunan. Ia dapat berbicara mengenai pembangunan bukan hanya dalam kerangka slogan politik, tetapi juga melalui pendekatan perencanaan, efektivitas dan hasil.

Bagi Lampung, isu tersebut sangat penting. Lampung mempunyai posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang Pulau Sumatra sekaligus wilayah dengan basis pertanian, perkebunan, perdagangan dan industri yang terus berkembang. Jika paradigma pembangunan pemerintahan Prabowo semakin menekankan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas, maka Lampung memiliki ruang besar untuk memperoleh manfaat.

Politisi dari daerah seperti Loekat dapat memainkan peran dengan membawa persoalan lokal ke dalam diskusi kebijakan nasional. Namun, pengalaman Pemilu 2024 juga menunjukkan bahwa modal pendidikan dan profesional saja tidak otomatis menghasilkan dukungan elektoral.Hal inimemperlihatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya kualitas kandidat, melainkan kemampuan membangun jaringan politik dan kedekatan dengan pemilih.

Politik Indonesia masih sangat ditentukan oleh popularitas, jaringan sosial, struktur partai, kerja-kerja konstituen serta kemampuan kandidat membangun kepercayaan publik. Dengan kata lain, gelar sarjana teknik dan pengalaman profesional merupakan modal awal, bukan tiket otomatis menuju parlemen. Justru di sinilah perjalanan politik Loekat menjadi menarik. Apabila ia ingin kembali membangun karier politik di Lampung, pekerjaan rumahnya bukan sekadar meningkatkan popularitas. Ia harus membangun identitas politik yang jelas.

Apakah ia ingin dikenal sebagai politisi teknokrat? Representasi profesional muda? Pengusung isu industri dan teknologi? Atau figur yang fokus pada pembangunan ekonomi Lampung? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan positioning politiknya ke depan.

Related Posts

Partai Gelora DKI Konsolidasi Pemilu, KPUD Ungkap Dinamika Dapil dan Jumlah Penduduk

narapolitik.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta membuka kemungkinan adanya perubahan jumlah daerah pemilihan (dapil) dan kursi legislatif pada pemilu mendatang, seiring dinamika jumlah penduduk dan data pemilih…

Karhutla Berulang, Alarm Kegagalan Pemerintah

narapolitik.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan yang berulang di Indonesia. Setiap tahun, masyarakat di sejumlah wilayah harus berhadapan dengan asap, gangguan kesehatan, aktivitas sekolah yang terganggu,…

Leave a Reply

You Missed

Jelang Demo 28 Oktober di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa dan Respons Polisi

  • By mintz
  • October 27, 2026
  • 0
  • 12 views
Jelang Demo 28 Oktober di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa dan Respons Polisi

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 19 views
Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 21 views
Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

  • By mintz
  • October 18, 2026
  • 0
  • 20 views
Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 27 views
Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!