Gema Bangsa: Partai Baru, Wajah Lama dan Komitmen Politik yang Dibawa

narapolitik.com – Selain Partai Rakyat Indonesia, panggung politik menuju 2029 juga kedatangan Partai Gema Bangsa. Partai ini resmi dideklarasikan di Jakarta pada 17 Januari 2026 dengan Ahmad Rofiq sebagai ketua umum dan Muhammad Sopiyan sebagai sekretaris jenderal.

Nama Gema Bangsa mungkin masih baru bagi sebagian masyarakat. Namun, sosok yang memimpinnya bukan pemain baru dalam dunia politik.

Ahmad Rofiq dan Perjalanan Panjang di Partai Politik

Sebelum memimpin Gema Bangsa, Ahmad Rofiq telah lama berkecimpung dalam politik. Ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal Partai Perindo pada periode 2015-2024.

Artinya, Gema Bangsa memang partai baru secara organisasi, tetapi salah satu tokoh utamanya memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan partai politik.

Hal ini menarik jika dikaitkan dengan pesan yang dibawa Gema Bangsa saat deklarasi.

Partai tersebut menyebut dirinya sebagai partai modern dan terbuka serta membawa gagasan tentang kemandirian bangsa, desentralisasi politik dan pemberdayaan daerah. Gema Bangsa juga menyatakan ingin menjadi rumah politik yang tidak bertumpu pada politik transaksional dan oligarki.

Bicara Etika Politik dan Konsistensi

Menariknya, persoalan etika politik justru menjadi salah satu tema yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan partai baru.

Pada masa sebelumnya, Ahmad Rofiq pernah menyampaikan kritik mengenai praktik intimidasi dan kekerasan politik di lingkungan Partai NasDem. Dalam wawancara pada 2013, ia menyebut praktik semacam itu bertentangan dengan etika demokrasi.

Kini, setelah memimpin kendaraan politik sendiri, komitmen terhadap politik yang terbuka dan demokratis tentu menjadi bagian dari identitas yang harus dibuktikan melalui praktik organisasi.

Gema Bangsa juga membawa isu politik hijau. Salah satu komitmennya adalah mendorong pimpinan, anggota dan simpatisan menanam minimal satu pohon di setiap rumah.

Baru Deklarasi, Tapi Sudah Bicara 2029

Yang juga menarik, Gema Bangsa tidak menunggu terlalu lama untuk menentukan arah politik. Saat deklarasi, partai tersebut secara terbuka menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029.

Dengan demikian, Gema Bangsa datang dengan kombinasi yang cukup menarik: nama baru, pengalaman politik lama, gagasan desentralisasi, isu lingkungan, dan sikap politik yang sudah diarahkan jauh sebelum Pemilu 2029.

Perjalanan berikutnya akan menunjukkan bagaimana partai ini menerjemahkan janji tentang politik modern, terbuka dan beretika ke dalam praktik organisasi sehari-hari.

Related Posts

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

narapolitik.com – Pada Selasa pagi (20/10/2026), sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Selamat Datang di Bundaran HI dan membentangkan dua spanduk raksasa. Spanduk pertama bertuliskan: “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya…

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

narapolitik.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan nasional. Di tengah upaya pemerintah memadamkan api dan menindak pihak yang diduga bertanggung jawab, Greenpeace Indonesia menggelar aksi di kawasan…

Leave a Reply

You Missed

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 17 views
Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 18 views
Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

  • By mintz
  • October 18, 2026
  • 0
  • 18 views
Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 24 views
Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

Bahlil Klaim Stok BBM Aman, Koster Disorot di SPBU Bali

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 25 views
Bahlil Klaim Stok BBM Aman, Koster Disorot di SPBU Bali