google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Golkar Bergabung Dengan ‘Koalisi Besar’, Hadapi Pilkada Bengkulu

Semakin mendekati bulan Agustus 2024 yang merupakan pendaftaran bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu ke Komisi Pemihan Umum (KPU) Kota, parpol yang memiliki kursi di DPRD Kota mulai menyusun kekuatan politik.

Setelah rencana silaturahmi koalisi besar “Bersamo Kita Bisa” yang awalnya beranggotakan 8 parpol, yakni, PKS, Gerindra, Demokrat, PKB, Hanura, Perindo, PPP dan PDIP, kali ini bertambah 1 parpol lagi, yaitu Golkar.

Dengan demikian, jika ditotalkan jumlah rencana dukungan dari silaturahmi untuk menghadapi Pilwakot tersebut, sebanyak 24 dari 35 total kursi di DPRD Kota Bengkulu.

Terlebih masuknya Golkar dalam silaturahmi koalisi besar yang sebelumnya digagas Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bengkulu Suhartono, bersama 7 pimpinan parpol lainnya, terkuak dari pertemuan silaturahmi bersama Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah, dengan didampingi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bengkulu Patriana Sosialinda, bergabung bersana-sama, bertempat di salah satu rumah makan di kawasan Pantai Panjang pada Minggu, (14/7/2024).

Dari pertemuan dihadiri pimpinan dan perwakilan 8 parpol yang tergabung dalam silaturahmi rencana koalisi besar tersebut, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi juga petahana pada Pilkada serentak tahun 2024, Rohidin Mersyah mengapresiasi adanya silaturahmi rencana koalisi besar untuk di Kota Bengkulu. Terlebih lagi, Partai Golkar akan bergabung.

“Kami dari delapan parpol terwujudlah menjadi Sembilan parpol koalisi ini. Dengan demikian kami akan semakin solid menghadapi Pilwakot yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024 mendatang,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Kota Suhartono dalam keterangannya.

Menurut pria yang akrab disapa Dang Tono ini, dengan kekuatan 9 parpol yang memiliki kesamaan dalam hal calon Kepala Daerah (walikota), “Memahami, mencintai serta berkompromi untuk menjaga dan melestarikan sejarah, dan adat budaya Bengkulu. Lalu berkomitmen untuk membangun kerjasama dengan semua elemen masyarakat Bengkulu. Kemudian memiliki sumberdaya dan jaringan yang mampu memenangkan pilkada, serta berkomitmen untuk memberdayakan semua parpol pengusung dan mampu bersinergi dengan semua lini pemerintahan”. Artinya, akan mengusung satu figur yang potensial dalam hal sama visi dan misi membuat perubahan di Kota Bengkulu.

Hanya saja pada kesempatan itu juga mengemuka bahwa, Politisi Golkar yang saat ini masih menjabat Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu, dan baru selesai melaksanakan ibadah haji, Mohammad Saleh, kemungkinan besar tidak ikut lagi dalam pencalonan di Kota pada tahun 2024 ini.

“Berdasarkan pernyataan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bengkulu memang benar cerita setelah kepulangan Pak Mohammad Soleh dari menunaikan ibadah haji, sepertinya tidak maju ke kota maupun ke provinsi, meski alasan pastinya tidak disampaikan secara lugas,” kata Dang Tono yang mengutip kembali pernyataan Rohidin saat pertemuan.

Dang Tono menyampaikan, dari silaturahmi bersama Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi yang juga mengemukakan akan kembali maju sebagai petahana pada Pilgub dan akan berpasangan dengan “Meriani,” pihaknya dari 9 parpol meminta waktu dalam minggu ini membahas ulang kandidat yang akan dijagokan. Lantaran untuk planning pertama sudah dipastikan gagal.

“Kita dari sembilan parpol masih ada planning dua, jika tidak terwujud masuk ke planning terakhir. Dimana untuk rencana kedua ini akan diputuskan secara matang dan sesingkat-singkatnya satu figure nama calon beserta wakilnya, yang bisa dari kandidat sudah mendaftar sebelumnya atau yang baru nantinya. Setelah itu setuju, baru dari berbagi tugas untuk mengambil rekomendasi ke DPP masing-masing parpol,” terang jubir 9 parpol rencana koalisi besar.

Lebih lanjut Dang Tono menambahkan, kesembilan parpol yang tergabung dalam silaturahmi koalisi besar ini, akan tetap solid selagi keputusan DPP tidak merubah rekomendasi dari daerah.

“Kita ketahui politik ini memang dinamis, tapi Insya Allah pihak DPP yang berada di Jakarta mendengarkan aspirasi pengurus partainya di daerah, meski juga tersiar kabar sudah ada satu dari kami yang telah mengeluarkan rekomendasi penugasan, tapi tidak menjadi persoalan, karena keputusan akhir adalah dalam hal pengusungan yang keluar pada bulan Agustus ini,” demikian Dang Tono.

sumber

raditya

Related Posts

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

narapolitik.com – Kekinian di internal Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin memanas. Dengan masa jabatan Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe, yang berakhir pada 19 November 2025, spekulasi soal penunjukan…

Golkar Menanti Bola Panas dari Istana

narapolitik.com – Dari jalan Gatot Subroto, sinyal kehati-hatian terdengar jelas. Di tengah derasnya dorongan publik dan pernyataan dukungan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, Partai Golkar…

Leave a Reply

You Missed

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 31 views
Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 38 views
Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 51 views
Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 34 views
Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”