
narapolitik.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor dan rumah Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu pada Rabu (17/7/2024).
Proses penggeledahan berlangsung selama 10 jam. Setelah melakukan pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB, KPK berhasil membawa dua buah koper dan langsung dibawa oleh mobil rombongan petugas KPK dengan pengawalan pihak kepolisian.
Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah, Bambang Wuryanto mengatakan penggeledahan KPK di kantor dan rumah Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu berdampak pada PDIP di Kota Semarang. Dengan adanya insiden tersebut, Bambang mengatakan PDI-P pun akan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah politik di Pilkada Kota Semarang.
Hevearita yang akrab disapa Mbak Ita merupakan Wali Kota Petahana yang diproyeksikan bakal maju kembali berlaga di Pilkada Kota Semarang.
“Bahwa pengaruh tentu ada, tapi seiring berjalan waktu mudah-mudahan membuat kita bisa lebih berhati-hati, lebih kuat kan begitu,” kata Bambang Wuryanto selasa malam (23/7/2024) .
Bambang pun menegaskan bahwa langkah-langkah politik kedepan harus lebih kuat sehingga predikat ‘kandang banteng’ di Jateng tetap terjaga, salah satunya dengan memenangkan Pilkada Jateng.
Disisi lain, pria yang akrab disapa Pacul ini memastikan Mbak Ita dan Suami mendapat pendampingan dari partai selama menjalani proses hukum.
“Kan persoalan hukum, tentu PDI-P taat pada hukum, sebagai kader partai pasti kita akan memberikan pendampingan pada Bu Ita ataupun Mas Alwin,” pungkasnya.








