
narapolitik.com – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus judi online yang diduga melibatkan oknum dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Budi diperiksa selama dua jam oleh penyidik di Gedung Awaloeddin Djamin, Bareskrim Polri, pada Kamis (19/12).
“Sebagai warga negara yang taat hukum, saya berkewajiban untuk membantu pihak kepolisian dalam penuntasan pemberantasan kasus judi online di lingkungan Komdigi,” kata Budi Arie ketika ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis sore.
Dalam keterangannya kepada media, Budi menyatakan bahwa kehadirannya dalam pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendukung upaya pemberantasan judi online yang semakin meresahkan masyarakat Indonesia. Namun, ia enggan membeberkan lebih jauh terkait substansi pemeriksaan.
“Mengenai materi dan isi keterangan yang saya berikan hari ini, silakan ditanyakan kepada pihak penyidik yang berwenang,” ucapnya.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, Budi Arie tiba di lobi Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 17.15 WIB. Mantan Menteri Kominfo tersebut terlihat mengenakan jaket berwarna biru tua dipadukan dengan kemeja putih. Usai memberikan pernyataan singkat selama tiga menit kepada awak media, Budi langsung meninggalkan lokasi dengan mobil sekitar pukul 17.20 WIB.
Wakil Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri, Brigadir Jenderal Polisi Arief Adiharsa, pada Kamis pagi, membenarkan bahwa Budi Arie menjalani pemeriksaan oleh penyidik korps tersebut.
Kasus ini mencuat setelah Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan judi online yang melibatkan oknum dari Komdigi. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menetapkan 28 tersangka dalam kasus tersebut. Penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap aktor-aktor lain yang terlibat dalam jaringan ini.
“Secara total kami menangkap 24 tersangka dan menetapkan empat orang sebagai DPO,” kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Karyoto.
Pemerintah Indonesia memang sedang gencar memberantas praktik judi online yang dianggap merusak masyarakat, khususnya generasi muda. Upaya ini melibatkan berbagai lembaga, termasuk aparat penegak hukum dan kementerian terkait.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat tingginya angka perjudian online di Indonesia. Pemeriksaan terhadap Budi Arie Setiadi menunjukkan komitmen pemerintah untuk menindak tegas pihak-pihak yang diduga terlibat, tanpa pandang bulu.
Dengan langkah-langkah tegas yang terus dilakukan, diharapkan kasus serupa dapat diminimalkan di masa mendatang, sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku perjudian online. Pemerintah juga diharapkan memperkuat pengawasan digital guna mencegah munculnya kembali praktik serupa.








