google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Legislator Ini Tegaskan Kasus Hasto Murni Penegakan Hukum

narapolitik.com – Anggota Komisi III DPR Rikwanto menanggapi tudingan yang mengaitkan penetapan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan unsur politis. Menurut politisi Partai Golkar tersebut, langkah KPK sepenuhnya berdasarkan hukum.

“Nggak ada (unsur politis), itu kan murni kasus hukum. Kasus hukum ya,” ujar Rikwanto saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Rikwanto menambahkan, keputusan KPK untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka tidak dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, penetapan tersebut sudah melalui kajian mendalam berdasarkan argumen hukum dan pasal-pasal yang relevan.

“Kalau KPK sudah berani memutuskan, berarti sudah kuat argumennya dari pasal yang dituduhkan maupun unsur-unsur pasalnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa KPK memiliki kredibilitas dan tidak sembarangan dalam menetapkan tersangka. “Nggak sembarang dong ya,” imbuhnya.

Sebelumnya, KPK secara resmi menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa penyidik memiliki bukti kuat mengenai keterlibatan Hasto bersama orang kepercayaannya dalam pemberian suap oleh Harun Masiku kepada Wahyu Setiawan.

Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat posisi strategis Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDI-P. Namun, KPK menegaskan bahwa langkah yang diambil murni demi penegakan hukum tanpa intervensi politik.

  • raditya

    Related Posts

    Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

    narapolitik.com – Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, angkat suara soal situasi politik belakangan ini. Menurutnya, sekarang bukan momen yang tepat untuk melontarkan provokasi terhadap pemerintah apalagi di tengah…

    Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

    narapolitik.com – Kekinian di internal Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin memanas. Dengan masa jabatan Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe, yang berakhir pada 19 November 2025, spekulasi soal penunjukan…

    Leave a Reply

    You Missed

    Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

    Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

    Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

    • By raditya
    • November 20, 2025
    • 31 views
    Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

    Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

    • By raditya
    • November 20, 2025
    • 38 views
    Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

    Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

    • By raditya
    • November 14, 2025
    • 51 views
    Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

    Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

    • By raditya
    • November 14, 2025
    • 33 views
    Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

    Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”

    Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”