google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Demo anarkis, mengapa terjadi? Tuntutan Bubarkan DPR

Sejak pagi, ribuan demonstran—termasuk mahasiswa, pelajar SMA/SMK, ojek online, dan masyarakat umum—berkumpul di Jalan Gatot Subroto, menuntut pencabutan tunjangan besar bagi anggota DPR serta pembubaran lembaga legislatif tersebut

Pengamanan awal dilakukan oleh aparat gabungan Polri, TNI, dan Pemda DKI, sebanyak 1.250 personel, dengan pendekatan yang bersifat persuasif tanpa senjata api

Aksi memanas, memaksa aparat menembakkan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa

Sejumlah massa berhasil menerobos pintu belakang Gedung DPR, membakar sepeda motor, merusak pos satpam, dan melempari petugas dengan batu serta botol

Hujan deras akhir hari menghamburkan massa di kawasan Pejompongan; sebagian bubar dan aparat meninggalkan lokasi sambil bernyanyi.


Imbas langsungnya: jalan Gatot Subroto, Sudirman, bahkan tol dalam kota dan ruas-ruas penting dialihkan atau ditutup. TransJakarta tetap berjalan, namun kemacetan parah terjadi di sekitarnya

Wakil Ketua Komisi II DPR, Aria Bima, memantau situasi dan menyampaikan dua imbauan penting: Kepada massa demonstran : “Jangan anarkis … Aspirasi sebaik apa pun itu perlu didengar, tapi jangan anarkis. Aspirasi itu adalah rakyat berbicara… sebaik apapun aspirasi, kalau anarki menjadi enggak menarik.”

Sementara kepada aparat keamanan: Meminta pendekatan yang humanis dan persuasif, bukan represif

Aria menegaskan bahwa aksi demonstrasi adalah hak, bahkan perlu dilaksanakan jika memang diperlukan selama tetap tertib

Perspektif Publik: Apakah Kericuhan Rasional?

Ada sebagian masyarakat menyampaikan pandangan bahwa aspirasi hanya akan terdengar melalui kericuhan, karena aksi damai kurang diakomodir media atau DPR:

Efektivitas vs. Etika: Demonstrasi damai sering diabaikan, sehingga sebagian menilai aksi keras sebagai jalan masuk aspirasi. Namun, kericuhan rentan distigma negatif dan mengurangi simpati publik.

Perpetuasi disfungsi sistem demokratik: Jika pintu resmi tak responsif, warga merasa harus “memaksa” suara mereka. Namun, metode semacam ini bisa mencederai legitimasi gerakan itu sendiri.

Aria Bima sendiri mencermati dilema ini: aspirasi harus disampaikan, tapi cara lewat kekerasan justru membuat pesan menjadi “tidak menarik”.

Demonstrasi di DPR pada 25 Agustus 2025 berubah ricuh: massa menyuarakan ketidakpuasan yang mereka rasa tak terdengar lewat saluran formal, dan eskalasi berujung pada kekerasan dan mobilisasi aparat. Jalan ditutup, pengendara dialihkan, dan simbol destruktif seperti pembakaran motor mencuri perhatian publik.

pic : Ai

Gikunda Indrajaya

Related Posts

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

narapolitik.com – Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, angkat suara soal situasi politik belakangan ini. Menurutnya, sekarang bukan momen yang tepat untuk melontarkan provokasi terhadap pemerintah apalagi di tengah…

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

narapolitik.com – Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, secara resmi bergabung menjadi kuasa hukum untuk Roy Suryo dan rekan-rekannya dalam perkara dugaan pemalsuan ijazah Presiden Joko Widodo. Ia…

Leave a Reply

You Missed

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 31 views
Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 38 views
Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 51 views
Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 33 views
Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”