
narapolitik.com – Rano Karno mencoba menghadirkan warna baru di industri hiburan Indonesia melalui serial sinematik berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bertajuk “Rimba Raya”.
Serial yang digagas Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut akan tayang secara eksklusif di Vidio mulai 17 Agustus 2026. Rimba Raya terdiri dari 10 episode yang dirilis secara berkala setiap bulan.
Proyek ini digarap oleh rumah produksi Karnos Visual Magic dengan menggandeng Vidio serta Artha Graha Peduli. Bagi Rano, kehadiran Rimba Raya bukan sekadar eksperimen menggunakan teknologi AI, tetapi juga upaya menghadirkan cerita yang dapat memperkenalkan alam dan kehidupan satwa Indonesia kepada generasi muda.
Ide Rimba Raya ternyata berangkat dari sebuah peristiwa bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rano Karno mengaku terkesan dengan kisah seorang anak muda yang berusaha mencari ibunya yang menjadi korban bencana. Anak tersebut bahkan rela menyewa alat berat untuk menemukan sang ibu. Setelah berminggu-minggu melakukan pencarian, jenazah ibunya akhirnya ditemukan setelah terkubur hampir dua pekan.
Kisah tersebut kemudian menjadi salah satu pemantik lahirnya gagasan Rimba Raya.
Rano yang sebelumnya berkecimpung lama di industri perfilman kemudian menantang tim di Karnos Visual Magic untuk mengembangkan cerita tersebut. Proses itu sekaligus membuatnya semakin mendalami perkembangan teknologi AI.
Menurut Rano, AI merupakan teknologi yang tidak bisa dihindari, termasuk dalam industri kreatif. Karena itu, ia memilih untuk memahami dan memanfaatkannya daripada mengabaikan perkembangan tersebut.
Serial ini menghadirkan dua karakter utama, yakni Rimba dan Raya.
Rimba diceritakan sebagai anak Suku Dalam dari Jambi yang kemudian diangkat oleh seorang ahli botani. Sementara Raya merupakan seorang dokter. Pertemuan kedua karakter tersebut menjadi pintu masuk bagi perjalanan cerita yang membawa penonton lebih dekat dengan alam dan kehidupan di dalamnya.
Rano ingin cerita tersebut tidak berhenti pada penggunaan teknologi AI. Ada pesan yang ingin disampaikan, terutama mengenai pentingnya mengenal hutan, satwa, serta hubungan manusia dengan alam.
Pendekatan yang dipilih bukan berupa cerita yang terasa seperti pelajaran. Pesan tentang alam justru ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan karakter dan alur cerita.
Direktur Utama Karnos Visual Magic, Anton Soeharyo, mengatakan Rimba Raya dirancang sebagai karya hiburan yang mengutamakan cerita terlebih dahulu.
Dari cerita tersebut, penonton diharapkan secara perlahan memiliki rasa ingin tahu terhadap kehidupan hutan dan memahami peran manusia dalam menjaga kelestarian alam.
Konsep tersebut membuat alam tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang visual. Lingkungan menjadi bagian penting dari perjalanan Rimba dan Raya.
Dengan cara itu, Rimba Raya diharapkan mampu menjangkau penonton muda sekaligus memperkenalkan kekayaan alam Indonesia melalui medium hiburan yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi.
Pemanfaatan AI juga bukan tanpa tantangan.
Dalam proses produksi, tim harus memastikan hasil visual yang dihasilkan teknologi tersebut tetap sesuai dengan kebutuhan cerita dan menggambarkan karakteristik Indonesia. Rano bahkan mengungkapkan bahwa AI terkadang memberikan gambaran yang tidak sesuai ketika tim mencoba membuat latar hutan Indonesia.
Karena itu, proses produksi tidak sekadar memasukkan perintah ke sistem AI lalu menerima hasilnya. Tim terlebih dahulu menyusun storyboard agar visual yang dihasilkan tetap memiliki arah dan sesuai dengan kebutuhan cerita.
Bagi Rano, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa teknologi AI masih memiliki keterbatasan dan tetap membutuhkan kreativitas serta pengawasan manusia.
Rimba Raya akan menjadi salah satu proyek sinematik berbasis AI yang hadir di tengah semakin berkembangnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam industri kreatif.
Serial ini akan tayang eksklusif di Vidio mulai Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Indonesia. Total terdapat 10 episode yang dirilis satu per satu setiap bulan, bukan setiap minggu.
Lewat Rimba Raya, Rano Karno tidak hanya ingin menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan untuk membuat karya sinematik. Ia juga membawa misi yang lebih luas: mendekatkan kembali generasi muda dengan alam Indonesia melalui sebuah cerita yang menghibur.
Perpaduan antara cerita, teknologi AI, kekayaan alam Indonesia, dan pesan lingkungan inilah yang menjadi daya tarik utama Rimba Raya menjelang penayangan perdananya pada 17 Agustus 2026.









