Golkar Bongkar Masalah Sengketa Tanah yang Tak Kunjung Selesai, DPR Dorong RUU Reforma Agraria

narapolitik.com – RUU Reforma Agraria kembali menjadi sorotan setelah anggota Badan Legislasi DPR dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, mendesak pemerintah dan parlemen segera menyelesaikan regulasi tersebut. Ia menilai konflik agraria yang berlarut-larut telah membuat masyarakat kehilangan kepastian hukum.

Firman bahkan menyebut masyarakat sudah lelah menghadapi sengketa tanah yang dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian.

Konflik Agraria Dinilai Terlalu Lama

Menurut Firman, salah satu persoalan yang membuat konflik agraria terus menumpuk adalah terbatasnya pemahaman mengenai hukum agraria, Undang-Undang Pokok Agraria dan hukum adat dalam proses penyelesaian perkara.

Ia menilai kondisi tersebut dapat membuat penyelesaian sengketa terlalu formalistik dan tidak sepenuhnya menyentuh keadilan substantif.

Masalah juga muncul dalam proses penerbitan sertifikat tanah. Firman menyoroti pentingnya memperhatikan bukti historis kepemilikan atau penguasaan tanah yang sudah ada sejak lama.

Dokumen seperti Letter C, Petok D dan Petok Bengkok disebut perlu mendapat perhatian dalam proses penyelesaian sengketa, terutama di wilayah tertentu di luar Jawa.

Jangan Ada Ego Sektoral

Firman juga menyinggung tumpang tindih kewenangan antara berbagai kementerian dan lembaga. Regulasi mengenai kehutanan, pertanahan, energi dan sektor lain dapat bersinggungan ketika sebuah konflik menyangkut lebih dari satu kepentingan.

Karena itu, ia mendorong adanya payung hukum yang lebih komprehensif.

Menariknya, Firman tidak mengusulkan pembentukan pengadilan agraria baru. Ia justru menawarkan pembentukan kamar khusus perkara agraria di lingkungan peradilan umum.

Menurutnya, pilihan tersebut dinilai lebih cepat dan tidak membutuhkan biaya sebesar membangun lembaga peradilan baru.

Dorongan terhadap RUU Reforma Agraria juga memiliki dimensi ekonomi. Kepastian mengenai tanah tidak hanya menyangkut masyarakat yang berkonflik, tetapi juga dunia usaha dan investasi.

Tanah yang memiliki status hukum jelas akan memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus investor.

Karena itu, pembahasan RUU Reforma Agraria akan menjadi isu penting apabila DPR dan pemerintah benar-benar ingin memutus rantai konflik agraria yang selama ini berulang.

Related Posts

Golkar Ungkap Sisi Politik Prabowo yang Dinilai Jadi Kunci: Peta 2029 Makin Menarik?

narapolitik.com – Golkar dan Prabowo 2029 kembali menjadi perhatian setelah Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menilai Presiden Prabowo Subianto konsisten menyatukan berbagai warna politik untuk kepentingan bangsa. Pernyataan…

Doli Kurnia Baca Sinyal AHY, Pilpres 2029 Mulai Panas?

narapolitik.com – Pilpres 2029 mulai ramai dibaca elite partai setelah Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai pernyataan AHY mengenai kekuasaan dapat menjadi sinyal kesiapan menuju kontestasi politik…

Leave a Reply

You Missed

Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Bikin Heboh, Pengamat: Bisa Mengarah ke Politik Kekuasaan

Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Bikin Heboh, Pengamat: Bisa Mengarah ke Politik Kekuasaan

Golkar Bongkar Masalah Sengketa Tanah yang Tak Kunjung Selesai, DPR Dorong RUU Reforma Agraria

Golkar Bongkar Masalah Sengketa Tanah yang Tak Kunjung Selesai, DPR Dorong RUU Reforma Agraria

Pemilu 2029 Masih Jauh, Partai Ini Sudah Panaskan Mesin Politik dari Sekarang

Pemilu 2029 Masih Jauh, Partai Ini Sudah Panaskan Mesin Politik dari Sekarang

Pilpres 2029 Mulai Terbaca, Pengamat Sebut Parpol Akan Berpikir Seribu Kali Lawan Prabowo

Pilpres 2029 Mulai Terbaca, Pengamat Sebut Parpol Akan Berpikir Seribu Kali Lawan Prabowo

Prabowo Bawa Pesan Kemandirian ke BRICS, Indonesia Tak Mau Didikte

Prabowo Bawa Pesan Kemandirian ke BRICS, Indonesia Tak Mau Didikte

Kapolri Bertemu Ribuan Buruh di Bekasi, Pesannya Tegas: Jangan Sampai Konflik Ganggu Investasi

  • By mintz
  • September 12, 2026
  • 0
  • 19 views
Kapolri Bertemu Ribuan Buruh di Bekasi, Pesannya Tegas: Jangan Sampai Konflik Ganggu Investasi