
narapolitik.com – Golkar dan Prabowo 2029 kembali menjadi perhatian setelah Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menilai Presiden Prabowo Subianto konsisten menyatukan berbagai warna politik untuk kepentingan bangsa.
Pernyataan Idrus disampaikan pada 10 September 2026 ketika merespons pidato Ketua Umum Demokrat AHY yang menyinggung kemampuan Prabowo menggabungkan berbagai kekuatan politik dalam pemerintahan.
Idrus memiliki pengalaman panjang bersama Prabowo. Ia pernah menjadi Ketua Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo pada Pemilu 2014.
Dari Rival Menjadi Bagian Pemerintahan
Idrus menilai salah satu karakter penting Prabowo adalah upaya membangun komunikasi dengan kekuatan politik yang sebelumnya menjadi kompetitor.
Ia mencontohkan komunikasi Prabowo dengan sejumlah elite politik setelah Pilpres 2024.
Menurut Idrus, langkah tersebut menunjukkan pandangan bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang harus dirawat oleh seluruh kekuatan politik.
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan posisi Golkar yang berada di dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Golkar merupakan salah satu kekuatan politik penting dalam pemerintahan saat ini. Karena itu, pernyataan elite Golkar mengenai karakter kepemimpinan Prabowo memiliki arti strategis.
Bagaimana dengan 2029?
Pembicaraan mengenai Pilpres 2029 sebenarnya sudah mulai muncul di kalangan partai politik. Golkar sendiri sebelumnya pernah menyatakan kesiapan mendukung Prabowo untuk kembali maju apabila Prabowo menghendaki dua periode. Pernyataan tersebut disampaikan Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia pada April 2025.
Namun, sikap politik menuju 2029 tentu masih dapat berubah mengikuti perkembangan pemerintahan, elektabilitas tokoh dan konfigurasi partai.
Karena itu, pernyataan Idrus pada September 2026 lebih tepat dibaca sebagai penguatan terhadap hubungan politik Golkar-Prabowo, bukan sebagai deklarasi baru untuk Pilpres 2029.
Meski demikian, arah tersebut menarik untuk dicermati.
Jika pemerintahan Prabowo mampu mempertahankan dukungan partai-partai besar, maka peta Pilpres 2029 berpotensi menghadirkan konfigurasi yang berbeda dibandingkan kontestasi sebelumnya.
Dan Golkar, dengan pengalaman panjangnya dalam pemerintahan, hampir pasti akan menjadi salah satu pemain penting dalam menentukan arah tersebut.










