Prabowo dan Gibran Hadir, tapi Sejumlah Ketum Parpol Absen di HUT Demokrat

narapolitik.com – Ketum parpol HUT Demokrat menjadi perhatian setelah sejumlah pimpinan partai politik tidak hadir secara langsung dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu malam, 9 September 2026.

Di acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir langsung. Keduanya disambut Ketua Umum Demokrat AHY dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, sejumlah partai politik memilih mengirimkan perwakilan.

Siapa Saja yang Tidak Hadir?

Ketua Umum NasDem Surya Paloh diwakili Sulaiman Hamzah. Presiden PKS Ahmad Syaikhu diwakili Sekjen PKS Muhammad Kholid.

Dari PKB, Muhaimin Iskandar diwakili Wakil Ketua Umum Jazilul Fawaid. PSI mengirimkan Grace Natalie, sedangkan Perindo diwakili Sekjen Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

Partai Garuda juga mengirimkan sekretaris jenderalnya.

Sementara itu, PDIP tidak dihadiri langsung ketua umumnya dan diwakili Ketua DPP PDIP Puan Maharani. PAN dan Golkar juga disebut tidak menghadirkan ketua umum secara langsung, masing-masing diwakili kader partai.

Menariknya, ketidakhadiran tersebut terjadi dalam acara yang justru dihadiri langsung Presiden dan Wakil Presiden.

Apakah Ada Pesan Politik?

Dalam politik, daftar kehadiran memang sering menjadi perhatian. Namun, ketidakhadiran seorang ketua umum tidak otomatis dapat dibaca sebagai tanda renggangnya hubungan politik.

Ada banyak alasan nonpolitik yang mungkin menyebabkan seorang elite tidak hadir langsung.

Karena itu, penting membedakan fakta kehadiran dengan tafsir politik.

Yang jelas, HUT Demokrat tahun ini memiliki bobot politik cukup besar. Partai yang dipimpin AHY sedang mempertegas posisinya sebagai bagian dari pemerintahan Prabowo.

AHY bahkan menyampaikan bahwa Demokrat ingin pemerintahan Prabowo berhasil. Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan Prabowo dan elite politik yang hadir.

Pada akhirnya, pemandangan di HUT Demokrat memperlihatkan satu hal: dukungan politik tidak selalu harus ditunjukkan dengan kehadiran langsung ketua umum.

Tetapi dalam politik nasional, siapa yang datang sendiri dan siapa yang mengirim perwakilan tetap menjadi bagian dari dinamika yang menarik untuk diamati.

Related Posts

AHY Akhirnya Buka Suara soal Pidato Kontroversial: Demokrat Tegas Dukung Prabowo

narapolitik.com – AHY dukung Prabowo menjadi penegasan penting dalam dinamika politik nasional setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan klarifikasi mengenai pidatonya yang sebelumnya memunculkan berbagai tafsir. Penegasan…

Prabowo-Gibran Satu Panggung dengan SBY dan AHY, Sinyal Politik 2029?

narapolitik.com – Panggung HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu malam, 9 September 2026, mempertemukan sejumlah tokoh penting politik nasional. Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming…

Leave a Reply

You Missed

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 17 views
Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 18 views
Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

  • By mintz
  • October 18, 2026
  • 0
  • 18 views
Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 24 views
Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

Bahlil Klaim Stok BBM Aman, Koster Disorot di SPBU Bali

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 25 views
Bahlil Klaim Stok BBM Aman, Koster Disorot di SPBU Bali