Prabowo Bicara Nasionalisme, Feri Amsari Soroti Satu Hal: Bagaimana Implementasinya?

narapolitik.com – Feri Amsari kritik Prabowo, kembali menjadi perhatian setelah pakar hukum tata negara tersebut menyoroti narasi nasionalisme yang dibawa Presiden Prabowo Subianto.

Feri mempertanyakan sejauh mana nilai-nilai yang sering disampaikan pemerintah tersebut diwujudkan dalam kebijakan konkret. Sorotan tersebut muncul dalam perdebatan mengenai arah pemerintahan dan implementasi nilai kebangsaan.

Prabowo sendiri dalam berbagai kesempatan memang menempatkan nasionalisme sebagai salah satu gagasan penting dalam pembangunan Indonesia.

Nasionalisme Bukan Sekadar Narasi

Perdebatan mengenai nasionalisme bukan hanya menyangkut pidato politik.

Dalam praktik pemerintahan, nasionalisme dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, pengelolaan sumber daya alam, pemberantasan korupsi hingga perlindungan terhadap kepentingan nasional.

Di sinilah kritik Feri menjadi relevan untuk diperhatikan.

Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan nilai ideal, tetapi harus menunjukkan langkah konkret yang bisa diukur publik.

Dalam perdebatan sebelumnya mengenai kebijakan pemerintah, Feri juga kerap menekankan pentingnya transparansi, partisipasi publik dan bukti atas klaim keberhasilan pemerintah. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kritiknya lebih banyak diarahkan pada kesenjangan antara narasi politik dan implementasi kebijakan.

Pemerintah Dihadapkan pada Pembuktian

Di sisi lain, pemerintahan Prabowo memiliki sejumlah agenda besar yang diklaim sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian nasional.

Hilirisasi, ketahanan pangan dan energi, penguatan UMKM serta pengelolaan sumber daya alam menjadi bagian dari agenda pembangunan.

Pemerintah tentu memiliki ruang untuk menunjukkan bahwa program-program tersebut merupakan bentuk nasionalisme dalam praktik.

Persoalannya kemudian bukan lagi soal apakah nasionalisme penting atau tidak. Hampir semua kekuatan politik sepakat bahwa kepentingan nasional harus ditempatkan di depan.

Perdebatan justru bergeser pada bagaimana nasionalisme tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Di sinilah kritik Feri Amsari dapat dibaca sebagai tantangan terhadap pemerintah untuk memperlihatkan ukuran yang lebih konkret.

Dengan kata lain, narasi nasionalisme akan semakin kuat apabila diikuti hasil yang dapat diverifikasi publik.

Bagi pemerintahan Prabowo, tantangannya adalah membuktikan bahwa slogan dan gagasan besar tersebut benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.

foto kumparan

Related Posts

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

narapolitik.com – Pada Selasa pagi (20/10/2026), sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Selamat Datang di Bundaran HI dan membentangkan dua spanduk raksasa. Spanduk pertama bertuliskan: “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya…

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

narapolitik.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan nasional. Di tengah upaya pemerintah memadamkan api dan menindak pihak yang diduga bertanggung jawab, Greenpeace Indonesia menggelar aksi di kawasan…

Leave a Reply

You Missed

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 17 views
Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 18 views
Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

  • By mintz
  • October 18, 2026
  • 0
  • 18 views
Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 24 views
Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

Bahlil Klaim Stok BBM Aman, Koster Disorot di SPBU Bali

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 25 views
Bahlil Klaim Stok BBM Aman, Koster Disorot di SPBU Bali