
narapolitik.com – KTT BRICS 2026 menjadi salah satu agenda penting politik luar negeri Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi, India, Jumat malam, 11 September 2026. Prabowo hadir untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 yang berlangsung pada 12–13 September 2026.
Kehadiran Prabowo menempatkan Indonesia dalam forum yang semakin strategis. BRICS kini beranggotakan 11 negara dan menjadi salah satu wadah utama negara-negara berkembang dalam membahas ekonomi, perdagangan, teknologi hingga persoalan geopolitik global.
Indonesia Masuk Panggung Negara Berkembang
KTT BRICS tahun ini dipimpin India dengan tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability. Agenda yang dibahas mencakup ketahanan pangan dan energi, kesehatan, pengurangan risiko bencana, rantai pasok, perdagangan, investasi, konektivitas serta teknologi.
Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam forum tersebut bukan hanya soal menghadiri pertemuan internasional. Posisi Indonesia sebagai anggota BRICS memberikan ruang untuk memperluas kerja sama ekonomi sekaligus memperkuat diplomasi di tengah perubahan keseimbangan kekuatan dunia.
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty sebelumnya menyebut agenda BRICS 2026 memiliki keselarasan dengan prioritas hubungan bilateral Indonesia-India. India sendiri menjadikan ketangguhan, inovasi, kerja sama dan keberlanjutan sebagai empat pilar utama kepemimpinannya di BRICS tahun ini.
Di Tengah Ketegangan Geopolitik
KTT BRICS tahun ini berlangsung ketika situasi geopolitik dunia sedang penuh tekanan. Konflik di Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, ketegangan Amerika Serikat-China dan persoalan energi menjadi latar penting pertemuan para pemimpin negara anggota.
Reuters melaporkan bahwa konflik di Timur Tengah menjadi salah satu ujian terhadap kemampuan BRICS menghasilkan sikap bersama. Perbedaan kepentingan antaranggota membuat konsensus tidak selalu mudah dicapai.
Di sisi lain, kehadiran Prabowo juga memperlihatkan upaya Indonesia mempertahankan politik luar negeri yang aktif. Indonesia dapat menggunakan forum BRICS untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi sekaligus memperluas ruang diplomasi.
KTT BRICS 2026 akhirnya bukan hanya pertemuan ekonomi. Bagi Indonesia, forum ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan posisi Jakarta dalam konfigurasi politik dunia yang semakin multipolar.








