
narapolitik.com – Pengamat politik Rocky Gerung kembali menyoroti perjalanan politik Joko Widodo (Jokowi). Dalam diskusi bersama Akbar Faizal, Rocky menilai kepemimpinan Jokowi sejak awal tidak lepas dari politik populisme dan pencitraan melalui media.
Menurut Rocky, kekuatan politik Jokowi pada awalnya banyak dibangun melalui citra sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Namun, dinamika tersebut kemudian berubah ketika politik dinasti semakin menjadi sorotan.
Rocky menilai perkembangan politik keluarga Jokowi justru membuat sebagian pendukungnya menjauh. Menurut dia, ketika kekuasaan mulai dikaitkan dengan kepentingan keluarga, muncul pertanyaan mengenai arah demokrasi dan konsolidasi kekuasaan.
Pandangan Rocky tersebut menjadi bagian dari diskusi lebih luas mengenai perubahan peta politik Indonesia setelah berakhirnya pemerintahan Jokowi dan dimulainya era Presiden Prabowo Subianto.









