HUT ke-81 DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Soroti Jarak DPR dengan Rakyat hingga Sengketa Tanah

narapolitik.com – Peringatan HUT ke-81 DPR RI menjadi momentum untuk membahas sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat, mulai dari persepsi publik terhadap DPR, sengketa pertanahan, hingga nasib tenaga honorer.

Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menilai DPR perlu terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, persepsi bahwa DPR terasa jauh dari rakyat harus dijawab dengan keterbukaan dan interaksi yang lebih aktif.

Doli menekankan pentingnya memanfaatkan masa reses untuk turun langsung ke masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi warga secara nyata.

“DPR harus menjadi institusi yang terbuka dan hadir di tengah masyarakat,” menjadi salah satu pokok gagasan yang disampaikan dalam diskusi tersebut.

Sengketa Tanah dan Mafia Pertanahan

Persoalan pertanahan juga mendapat perhatian serius. Doli menilai kepastian hukum atas kepemilikan tanah menjadi salah satu kunci untuk mengurangi sengketa sekaligus mempersempit ruang gerak mafia tanah.

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dinilai penting karena memberikan kepastian administrasi dan hukum terhadap kepemilikan tanah masyarakat.

Menurut Doli, semakin jelas status hukum setiap bidang tanah, semakin kecil pula peluang terjadinya konflik maupun praktik mafia tanah.

Nasib Tenaga Honorer

Selain pertanahan, diskusi turut membahas persoalan tenaga honorer yang masih memperjuangkan perubahan status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Doli menyebut guru dan tenaga kesehatan menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan prioritas dalam proses pengangkatan menjadi PNS pusat. Sementara tenaga honorer di sektor lainnya juga masih terus diperjuangkan agar mendapatkan kepastian status dan kesejahteraan.

DPR Diminta Responsif

Doli menegaskan bahwa DPR memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendorong pemerintah menghadirkan solusi atas berbagai persoalan tersebut.

Meski pelaksanaan kebijakan berada di tangan pemerintah, DPR memiliki fungsi pengawasan dan legislasi untuk memastikan persoalan rakyat mendapat perhatian.

Peringatan HUT ke-81 DPR RI pun menjadi pengingat bahwa tantangan DPR bukan hanya menghasilkan kebijakan, tetapi juga mempersempit jarak dengan masyarakat dan memastikan aspirasi rakyat benar-benar diperjuangkan.

Related Posts

Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Disorot DPR, Kalapas Akui Perintahkan Pemindahan Barang

narapolitik.com – Rapat Komisi XIII DPR RI bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan kembali menyoroti persoalan di Lapas Kelas IIA Cibinong. Kali ini, perhatian anggota dewan tertuju pada temuan fasilitas mewah…

Lapas Cibinong Disorot DPR: Overcapacity 216 Persen, CCTV hingga Aset Rumah Dinas Jadi Sorotan

narapolitik.com – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong menjadi sorotan Komisi XIII DPR RI dalam rapat bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Rapat tersebut membahas sejumlah temuan Ombudsman RI, mulai…

Leave a Reply

You Missed

Jelang Demo 28 Oktober di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa dan Respons Polisi

  • By mintz
  • October 27, 2026
  • 0
  • 12 views
Jelang Demo 28 Oktober di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa dan Respons Polisi

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 19 views
Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 21 views
Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

  • By mintz
  • October 18, 2026
  • 0
  • 20 views
Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 27 views
Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!