
narapolitik.com – Kunjungan anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, ke Bangkok, Thailand, pada akhir Agustus 2026 menjadi perhatian publik setelah foto dan video kehadirannya dalam ajang Miss Equality World 2026 beredar di media sosial.
Sorotan tidak hanya tertuju pada kehadiran Arya dalam acara tersebut, tetapi juga pada sosok prajurit TNI AL berseragam yang terlihat mendampinginya.
Ajang Miss Equality World 2026 sendiri berlangsung di Bangkok pada 22–30 Agustus 2026. Berdasarkan laman resmi penyelenggara, ajang tersebut merupakan platform internasional yang memberikan ruang bagi perempuan transgender serta mengangkat tema kesetaraan, keberagaman dan inklusi.
Kehadiran Arya kemudian memunculkan beragam reaksi di media sosial.
Namun, Arya telah memberikan penjelasan mengenai alasan dirinya berada di Thailand dan kapasitasnya ketika menghadiri kegiatan tersebut.
Arya Tegaskan Tidak Datang sebagai Anggota DPD
Arya mengatakan kunjungannya ke Thailand tidak dilakukan dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI.
Ia menyebut dirinya datang sebagai pribadi, tokoh budaya Hindu Bali, sekaligus sebagai Presiden Hindu Center of Indonesia.
Menurut penjelasan Arya, awal mula kehadirannya bermula dari pertemuan dengan perwakilan MS Organization di Bali pada Juni 2026.
Organisasi tersebut, menurut Arya, memiliki jaringan di sejumlah negara dan sebelumnya telah melakukan kegiatan sosial serta amal di Bali.
Dari pertemuan tersebut, Arya kemudian mendapatkan informasi mengenai adanya penghargaan yang berkaitan dengan pariwisata Bali.
“Saya datang mewakili lembaga Hindu dan tokoh Bali, tidak ada kaitannya dengan jabatan saya di DPD RI,” kata Arya, sebagaimana diberitakan sejumlah media. (detak.co)
Bukan Hanya Menghadiri Acara Puncak
Arya menjelaskan bahwa kunjungannya ke Bangkok berlangsung selama beberapa hari dan tidak hanya diisi dengan menghadiri acara puncak Miss Equality World.
Selama berada di Thailand, ia mengaku mengikuti sejumlah agenda, termasuk mengunjungi vihara Buddha dan kuil Hindu.
Selain itu, terdapat pula kegiatan berupa pameran dan diskusi.
Menurut Arya, acara puncak pada 30 Agustus 2026 diisi antara lain dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh.
Ia datang untuk menerima penghargaan yang dikaitkan dengan keberhasilan pariwisata Bali.
Panitia juga disebut membuat video mengenai pariwisata Bali yang kemudian ditampilkan dalam rangkaian acara tersebut.
Arya sebelumnya juga menyebut dirinya hadir untuk mempromosikan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
Dengan demikian, menurut versinya, fokus kehadirannya adalah menerima penghargaan sekaligus membawa pesan mengenai pariwisata Bali.
Arya Mengaku Tidak Tahu Acara Mengangkat Isu Transgender
Salah satu hal yang kemudian menjadi sorotan adalah status Miss Equality World sebagai ajang yang secara resmi memberikan ruang bagi perempuan transgender.
Dalam klarifikasinya, Arya mengaku tidak mengetahui sejak awal bahwa rangkaian kegiatan tersebut berkaitan dengan kontes transgender.
Ia mengatakan undangan yang diterimanya berkaitan dengan kegiatan dan penghargaan, sementara berbagai agenda lain di dalam rangkaian acara berlangsung secara bersamaan.
Arya juga mengatakan dirinya tidak merasa perlu mempertanyakan persoalan gender kepada penyelenggara.
“Saya nggak tahu,” ujar Arya ketika menjelaskan persoalan tersebut. Ia juga menyatakan dirinya hadir sebagai pribadi dan bukan sebagai perwakilan DPD RI.
Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari klarifikasi Arya setelah foto kehadirannya di Bangkok ramai dibicarakan publik.
Mengapa Arya Didampingi Prajurit TNI?
Selain kehadiran Arya, publik juga mempertanyakan foto yang memperlihatkan seorang prajurit TNI AL berseragam berada di dekatnya.
Arya menjelaskan bahwa prajurit tersebut merupakan ajudan yang memang ditugaskan untuk mendampinginya.
Menurut Arya, pengamanan tersebut tidak berkaitan dengan acara Miss Equality World.
Ia mengatakan ajudan tersebut sudah bertugas mendampinginya dan pengamanan menjadi salah satu pertimbangan selama berada di Thailand.
Arya juga menyebut kondisi keamanan Thailand menjadi alasan dirinya tetap didampingi personel tersebut selama perjalanan.
“Memang kita lihat di Thailand lagi rawan,” kata Arya, sebagaimana dikutip detikNews. (detiknews)
Lanal Denpasar Turut Mendalami
Persoalan mengenai prajurit TNI AL tersebut kini juga mendapat perhatian dari institusi militer.
Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa mengatakan pihaknya sedang mendalami persoalan tersebut.
Prajurit yang diketahui menjadi ajudan Arya itu telah menjalani pemeriksaan internal.
Lanal Denpasar menyatakan masih mempelajari situasi dan keterlibatan personel tersebut dalam kegiatan di Thailand.
Sementara itu, laporan IDN Times menyebut Arya sebelumnya memang mengajukan permintaan ajudan TNI AL melalui surat resmi. Personel tersebut disebut bertugas mendampingi Arya dalam kapasitas pengamanan.
Dengan demikian, persoalan mengenai penggunaan seragam dinas dalam kegiatan di Thailand masih berada dalam proses pendalaman.
Kunjungan yang Berujung Sorotan
Kunjungan Arya Wedakarna ke Thailand pada akhirnya berkembang menjadi isu yang jauh lebih luas daripada sekadar perjalanan menghadiri sebuah acara internasional.
Di satu sisi, Arya menegaskan bahwa dirinya datang sebagai tokoh budaya dan pariwisata Bali, bukan sebagai anggota DPD RI.
Ia menyebut tujuan utamanya adalah menerima penghargaan sekaligus memperkenalkan pariwisata Bali kepada delegasi internasional.
Di sisi lain, kehadirannya dalam acara yang menurut penyelenggara memang memiliki misi pemberdayaan perempuan transgender membuat publik mempertanyakan alasan dan konteks kehadirannya.
Ditambah lagi dengan keberadaan prajurit TNI AL yang mendampinginya, kunjungan tersebut menjadi perhatian baru yang kini juga tengah didalami oleh Lanal Denpasar.
Untuk saat ini, penjelasan mengenai kapasitas Arya dan alasan pengawalan telah disampaikan oleh yang bersangkutan. Sementara aspek terkait personel TNI masih dalam proses pendalaman internal.










