Komeng Puji Kinerja Danantara, Singgung BUMN yang Masih Perlu Ditata

narapolitik.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Alfiansyah Bustami alias Komeng memberikan apresiasi terhadap kinerja Danantara Indonesia yang dinilainya menunjukkan perkembangan positif.

Pernyataan tersebut disampaikan Komeng setelah mengikuti Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Komeng bersama anggota DPD RI Achmad Azran menyampaikan penilaian tersebut ketika ditemui awak media seusai rangkaian agenda kenegaraan.

Menurut Komeng, kinerja Danantara saat ini menunjukkan peningkatan. Namun, ia tidak menjelaskan secara terperinci indikator atau ukuran yang menjadi dasar penilaiannya.

“Prestasinya kan dia sudah meningkat,” kata Komeng.

Pernyataan singkat tersebut menjadi perhatian karena disampaikan di tengah pembahasan mengenai pembenahan dan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi salah satu bagian penting dari pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR 2026.

Meski memberikan penilaian positif terhadap Danantara, Komeng tidak menutup mata terhadap persoalan yang masih dihadapi sejumlah perusahaan negara.

Ia menyinggung masih terdapat BUMN yang menghadapi tantangan sehingga membutuhkan penataan lebih lanjut.

“Makanya sebagian ada yang mau ditutup,” ujar Komeng.

Namun, Komeng tidak menjelaskan BUMN mana yang dimaksud maupun bentuk penataan yang menurutnya perlu dilakukan.

Keterangan tersebut disampaikan secara singkat karena Komeng kemudian harus meninggalkan lokasi untuk melaksanakan salat Jumat.

Pernyataan Komeng mengenai peningkatan kinerja Danantara muncul pada hari yang sama ketika Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh tim Danantara.

Dalam pidatonya di hadapan MPR, DPR, dan DPD, Prabowo memberikan penghargaan khusus kepada Danantara atas kontribusinya dalam pembenahan dan transformasi BUMN.

Presiden menilai langkah pembenahan tersebut mulai memberikan dampak terhadap kinerja sejumlah perusahaan negara, termasuk dari sisi efisiensi dan peningkatan keuntungan.

Prabowo kemudian memaparkan sejumlah angka yang menggambarkan peningkatan laba beberapa BUMN.

Pada enam bulan pertama 2026, laba bersih PT Timah disebut meningkat 804,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Valuasi perusahaan tersebut pada Agustus 2026 juga disebut meningkat 280 persen dibandingkan Agustus 2025.

Tidak hanya PT Timah, sejumlah perusahaan negara lainnya juga mencatat pertumbuhan laba.

Prabowo menyebut laba bersih PT Semen Indonesia meningkat 408,9 persen, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, dan PTPN 54,4 persen pada periode enam bulan pertama 2026.

Danantara Indonesia menjadi salah satu bagian penting dalam agenda transformasi pengelolaan BUMN.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa pembenahan BUMN dilakukan secara besar-besaran. Pemerintah juga mengaitkan langkah tersebut dengan upaya meningkatkan efisiensi dan memperbesar kontribusi perusahaan negara terhadap perekonomian.

Salah satu contoh yang disampaikan Prabowo adalah sektor pertambangan timah.

Pemerintah sebelumnya menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025. Prabowo menyebut penertiban tersebut turut memberikan dampak terhadap kinerja PT Timah.

Selain sektor pertambangan, pemerintah juga menyoroti perkembangan sektor penerbangan nasional.

Hingga Juni 2026, sebanyak 20 pesawat Garuda Indonesia yang sebelumnya tidak beroperasi berhasil direaktivasi. Dengan demikian, total pesawat Garuda yang kembali beroperasi mencapai 104 unit.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan perkembangan keuntungan BUMN secara keseluruhan.

Keuntungan BUMN pada 2024 disebut telah dikoreksi menjadi Rp186 triliun dengan dividen yang disetorkan sebesar Rp85,5 triliun.

Pada 2025, keuntungan BUMN meningkat menjadi Rp326 triliun atau naik 75,3 persen. Sementara dividen yang disetorkan mencapai Rp142,3 triliun, meningkat 67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut menjadi bagian dari gambaran pemerintah mengenai hasil pembenahan BUMN yang sedang berjalan.

Di sisi lain, komentar Komeng menunjukkan bahwa peningkatan kinerja tersebut tetap perlu dibarengi dengan penataan terhadap perusahaan negara yang dinilai belum memberikan kinerja optimal.

Komentar Komeng mengenai kemungkinan adanya BUMN yang perlu ditutup menarik perhatian karena disampaikan bersamaan dengan apresiasinya terhadap peningkatan kinerja Danantara.

Namun, tidak ada rincian lebih jauh dari Komeng mengenai perusahaan mana yang dimaksud atau bagaimana proses penataan tersebut seharusnya dilakukan.

Karena itu, pernyataan tersebut sebaiknya dipahami sebagai pandangan Komeng mengenai perlunya penataan sebagian BUMN, bukan sebagai pengumuman mengenai perusahaan negara tertentu yang akan ditutup.

Yang jelas, pembenahan BUMN menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam Sidang Tahunan MPR 2026.

Pemerintah melalui Danantara mendorong transformasi perusahaan negara, sementara sejumlah anggota parlemen ikut memberikan penilaian terhadap perkembangan kinerja lembaga tersebut.

Bagi Komeng, kinerja Danantara saat ini sudah menunjukkan peningkatan. Namun, pekerjaan rumah berupa penataan sejumlah BUMN masih menjadi bagian dari tantangan yang harus diselesaikan.

Perkembangan Danantara dan kinerja BUMN ke depan pun akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk terus dipantau, terutama terkait sejauh mana transformasi tersebut mampu menghasilkan efisiensi, meningkatkan keuntungan, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.

foto / internet

Related Posts

Anas Urbaningrum Setelah Keluar dari PKN: Dari Politik Partai ke Suara Kritis soal Pemerintah dan Persaudaraan

narpolitik.com – Nama Anas Urbaningrum kembali muncul dalam sejumlah isu nasional sepanjang Agustus hingga September 2026. Namun kali ini, sorotan terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu tidak semata-mata berkaitan…

Arya Wedakarna ke Thailand Bikin Heboh, Ternyata Ini Alasan Ia Hadir di Miss Equality World 2026

narapolitik.com – Kunjungan anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, ke Bangkok, Thailand, pada akhir Agustus 2026 menjadi perhatian publik setelah foto dan video kehadirannya dalam ajang Miss Equality World…

Leave a Reply

You Missed

Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Bikin Heboh, Pengamat: Bisa Mengarah ke Politik Kekuasaan

Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Bikin Heboh, Pengamat: Bisa Mengarah ke Politik Kekuasaan

Golkar Bongkar Masalah Sengketa Tanah yang Tak Kunjung Selesai, DPR Dorong RUU Reforma Agraria

Golkar Bongkar Masalah Sengketa Tanah yang Tak Kunjung Selesai, DPR Dorong RUU Reforma Agraria

Pemilu 2029 Masih Jauh, Partai Ini Sudah Panaskan Mesin Politik dari Sekarang

Pemilu 2029 Masih Jauh, Partai Ini Sudah Panaskan Mesin Politik dari Sekarang

Pilpres 2029 Mulai Terbaca, Pengamat Sebut Parpol Akan Berpikir Seribu Kali Lawan Prabowo

Pilpres 2029 Mulai Terbaca, Pengamat Sebut Parpol Akan Berpikir Seribu Kali Lawan Prabowo

Prabowo Bawa Pesan Kemandirian ke BRICS, Indonesia Tak Mau Didikte

Prabowo Bawa Pesan Kemandirian ke BRICS, Indonesia Tak Mau Didikte

Kapolri Bertemu Ribuan Buruh di Bekasi, Pesannya Tegas: Jangan Sampai Konflik Ganggu Investasi

  • By mintz
  • September 12, 2026
  • 0
  • 21 views
Kapolri Bertemu Ribuan Buruh di Bekasi, Pesannya Tegas: Jangan Sampai Konflik Ganggu Investasi