google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Majukan Dedi Mulyadi, Gocekan ‘Last Minutes’ Golkar di Pilkada Jawa Barat?

narapolitik.com – Gocekan demi gocekan dilakukan partai politik hingga detik-detik terakhir pendaftaran calon kepala daerah. Pilkada Jakarta dan Jawa Barat terjadi ‘pertarungan’ yang cukup alot. Nama-nama bermunculan, dari Kaesang Pangarep, Ridwan Kamil, Anies Baswedan, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), hingga Jusuf Hamka dan terkini Dedi Mulyadi.

Alumnus Golkar ini didaulat DPP Partai Golkar untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat dipilkada 2024 mendatang. Peneliti lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, menanggapi keputusan Partai Golkar tersebut.

Dia berpendapat keputusan DPP Partai Golkar tidak mengakomodir keinginan warga Jawa Barat yang mayoritas berharap dipimpin kembali sosok Ridwan Kamil.

“Saya melihat ini lebih pada kesepakatan elit,” kata Saidiman kepada Suara.com, Sabtu (3/8/2024). Pernyataan Saidiman sangat beralasan, alih-alih mendukung Ridwan Kamil yang memiliki elektabilitas tertinggi, Golkar justru berpaling ke Dedi Mulyadi yang kini merupakan politisi Partai Gerindra.

“Tidak tahu deal antar elit persisnya seperti apa, yang pasti ini kurang mengakomodir harapan umumnya warga Jawa Barat yang sekarang menginginkan Ridwan Kamil kembali memimpin provinsi terbesar itu,” kata Saidiman.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa keputusan Golkar mengusung Dedi Mulyadi merupakan hasil pertemuan antara DPD Partai Golkar dan Gerindra di Jawa Barat.

“Kemudian ada juga pertemuan antara Calon Gubernur Jawa Barat, saudara Dedi Mulyadi, dengan pengurus Golkar juga antara lain Wakil Ketua (DPRD Jabar) Pak Ade Ginanjar, jadi pembicaraan sudah sampai sana,” kata Airlangga di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2024) malam saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-46 Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Dengan keputusan ini, Ridwan Kamil 99.9% tidak akan berlaga di Jawa Barat. Berbeda dengan Airlangga yang tak menyebutkan secara gamblang keputusan partainya mengusung Ridwan di Pilgub Jakarta, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Lodewijk F Paulus, justru menjelaskan partainya membuka peluang mengusung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta. Meskipun begitu, Golkar Belum Tentukan Calon untuk Pilgub Jakarta dan Jabar

“Pak Dedi di sana (Jawa Barat), berarti otw RK (Jakarta) jadi benar. Mungkin baliho dipasang lagi kali ya, gimana setuju enggak?” ujar dia.
Finalisasi arah dukungan Calon kepala daerah yang diusung Golkar akan disampaikan sebelum batas akhir pendaftaran calon kepala daerah, baik untuk Jakarta maupun Jawa Barat. “Berarti, sebelum tanggal 27 (Agustus),” seloroh Lodewijk.

Keputusan dukungan calon kepala daerah untuk Pilkada 2024 ini masih berfokus pada Partai pendukung Koalisi Indonesia Maju yang memenangkan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024-2029 “Ya, semaksimal mungkin kami barengan (di Jakarta dan Jabar),” tutur Lodewijk.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat TB Ace Hasan Syadzily menghormati keputusan DPP Partai Golkar yang mengusung Dedi Mulyadi di Pilgub Jawa Barat. Dia mengungkap ada sejumlah pertimbangan dan hitung-hitungan yang cermat atas keputusan tersebut.

“Bagi Partai Golkar Jawa Barat, keputusan untuk mengusung Kang Dedi Mulyadi merupakan keputusan organisasi yang harus kami patuhi, Kami akan mengikuti keputusan DPP Partai Golkar terkait dengan kebijakan itu. Keputusan tersebut tentu melalui pertimbangan dan kajian yang mendalam dari Ketua Umum DPP Partai Golkar,” Ace menjelaskan.

Tentu tak terlalu sulit untuk berkoordinasi dan komunikasi bagi Golkar dan Gerindra, mengingat Dedi Mulyadi sebelumnya adalah kader Partai Golkar. “Apalagi Kang Dedi Mulyadi kan juga bagi Partai Golkar Jawa Barat bukan siapa-siapa. Beliau kan juga dibesarkan di bawah naungan pohon beringin dan sekarang berkiprah di Partai Gerindra,” ucap Ace.

raditya

Related Posts

Dari Jalan Panjang Politik hingga Pilgub Bali, Jejak Made Muliawan Arya yang Tak Pernah Sepi Sorotan

Nama Made Muliawan Arya atau yang lebih dikenal dengan sapaan De Gadjah belakangan menjadi salah satu figur politik yang paling banyak diperbincangkan di Bali. Sosok bertubuh besar dengan gaya komunikasi…

Di Antara Fraksi, Aspirasi, dan Mesin Politik Depok: Membaca Sosok Edi Masturo

narapolitik.com – Di Kota Depok, politik bukan sekadar perebutan kursi. Ia adalah pertarungan pengaruh di tengah kota urban yang tumbuh begitu cepat, begitu padat, dan begitu sering “merasa” tertinggal dibanding…

Leave a Reply

You Missed

Mengapa Prabowo Membangun 30 Pabrik Bioetanol? Ambisi Besar Menuju Kemandirian Energi atau Taruhan Ekonomi Baru?

  • By mintz
  • July 17, 2026
  • 0 views
Mengapa Prabowo Membangun 30 Pabrik Bioetanol? Ambisi Besar Menuju Kemandirian Energi atau Taruhan Ekonomi Baru?

Siapa yang Paling Dirugikan Jika Biaya Politik Pilkada Dibatasi? Membaca Peta Kepentingan di Balik Usulan Mendagri

  • By mintz
  • July 17, 2026
  • 13 views
Siapa yang Paling Dirugikan Jika Biaya Politik Pilkada Dibatasi? Membaca Peta Kepentingan di Balik Usulan Mendagri

Penanganan Kasus Korupsi Dipastikan Tetap Berjalan Meski Jampidsus Mundur

  • By mintz
  • July 12, 2026
  • 13 views
Penanganan Kasus Korupsi Dipastikan Tetap Berjalan Meski Jampidsus Mundur

Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Penegakan Hukum, Dukungan terhadap Prabowo Menguat

  • By mintz
  • July 12, 2026
  • 29 views
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Penegakan Hukum, Dukungan terhadap Prabowo Menguat

Tiyo Ardianto: Oposisi Baru atau Sekadar Variasi Lama dalam Politik Indonesia?

  • By mintz
  • June 18, 2026
  • 25 views
Tiyo Ardianto: Oposisi Baru atau Sekadar Variasi Lama dalam Politik Indonesia?

Alarm Keras di Jalanan: Ketika Parlemen Masuk Angin dan Rakyat Mengambil Alih Fungsi Kontrol

  • By mintz
  • June 16, 2026
  • 15 views
Alarm Keras di Jalanan: Ketika Parlemen Masuk Angin dan Rakyat Mengambil Alih Fungsi Kontrol