
narapolitik.com – Menanti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober mendatang. Kembali santer analisa nama-nama dari kader partai politik yang digadang-gadang menjadi pembantu presiden tersebut. Politisi Partai Golkar Dave Laksono mengatakan bahwa sosok Menteri Luar Negeri (Menlu) diharapkan memiliki kemampuan seorang diplomat yang andal dan mampu bersinergi dengan Presiden.
Menurut anggota DPR RI Komisi I ini, Menlu adalah cerminan bangsa Indonesia di pergaulan internasional. “Sehari-hari bisa berbicara sesuai dengan kehendak beliau (Prabowo), menguasai semua masalah substantif di Indonesia,” kata Dave di Jakarta, Jumat.
Ada dua nama yang sering digosipkan akan menduduki jabatan Menlu RI yakni Ketua Komisi I, Meutya Hafid dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sugiono. Dave mengatakan bahwa pimpinan Komisi I DPR RI itu pun bisa saja menjadi suksesor Retno Marsudi. Namun keputusan akhir ada ditangan Prabowo Subianto.
Keinginan kuat Prabowo membentuk Kabinet Zaken tidak terbatas pada kader partai politik atau tidak. Dave menilai kader partai politik yang menjadi menteri bukan berarti tidak profesional karena kader-kader partai politik juga memiliki berbagai macam latar belakang profesional dan multi sektor.
“Jadi, kalau kekhawatiran bahwa nanti terlalu banyak dominan oleh orang dari partai, bukan berarti orang dari partai itu tidak mampu,” jelas Dave.
Kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019—2024 akan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2024 bersamaan dengan pelantikan pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024—2029.










