google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Lebih Dekat Dengan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta

Anis Matta terpilih secara aklamasi untuk kembali menjadi Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) periode 2024-2029.
Keputusan itu disepakati lewat Musyawarah Nasional (Munas) I Partai Gelora yang digelar di Pomelotel Patra Kuningan Jakarta, Minggu (8/12). Kesepakatan itu diambil secara kilat kurang dari satu jam usai Anis Matta menjadi calon tunggal ketua umum.

“Apakah forum dapat menyetujui untuk memilih dan menetapkan Haji Muhammad Anis Matta sebagai Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Periode 2024-2029,” tanya Sekretaris Majelis Permusyawaratan Nasional (MPN) Handoyo Prihantanto selaku Pimpinan Sidang.

Muhammad Anis Matta adalah seorang politikus yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia. Sekarang ia menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri di Kabinet Merah Putih, mendampingi Menlu Sugiono. Berikut Biodata Anis Matta :

Nama lengkap: Muhammad Anis Matta
Nama panggilan: Anis Matta
Tempat, tanggal lahir: Anjangale, Bone, 7 Desember 1968
Agama: Islam
Pasangan: Anaway Irianty Mansyur dan Szilvia Fabula
Anak-anak: 10
Media sosial: @anismatta_ (Instagram)
Pendidikan: LIPIA dan Lemhannas
Pekerjaan: Politikus

Muhammad Anis Matta lahir di Bone, Sulawesi Selatan pada 7 Desember 1968. Ia tercatat bersekolah di SD Inpres Welado, SMP Darul Arqam, dan SLTA Darul Arqam. Lalu ia melanjutkan pendidikannya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), Jakarta.Setelah menyelesaikan program sarjananya pada tahun 1992, Anis kembali melanjutkan akademisinya dengan mengikuti pendidikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Pada tahun 2000, ia mengikuti program American Council for Young Political Leader (SCYPL) di Amerika Serikat dengan mengambil bidang politik. Sebelum terjun ke dunia politik, Anis Matta sempat menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Islam Al-Manar, sebuah yayasan yang menyebarkan ilmu agama Islam dan BahasaArab.

Setelah itu, ia menjabat sebagai Komisaris di PT Indo Media Green Pages dan PT Manara Inti Tijara. Di bidang akademis, Anis Matta juga sempat mengajar sebagai dosen bidang Agama Islam di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dari tahun 1996-1998.

Pada tahun 1998, Anis Matta mendeklarasikan sebuah partai bernama Partai Keadilan pada 20 Juli 1998. Partai tersebut kemudian berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada 2 Juli 2003. Di PKS sendiri, Anis Matta mengisi posisi sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS, sampai akhirnya ia diangkat menjadi presiden partai oleh Majelis Syuro PKS.

Usai diangkat, Anis Matta menjabat sebagai Presiden PKS dari 1 Februari 2013 sampai 10 Agustus 2015. Namun karena ada konflik internal dalam partai, PKS akhirnya memutuskan memecat Anis Matta dan Fahri Hamzah. Usai dipecat, Anis Matta dan Fahri mendirikan Partai Gelora bersama mantan kader PKS yang juga memilih hengkah. Meski belum berhasil membawa partainya masuk ke Parlemen, di bawah kepemimpinannya, partainya berhasil memperoleh 1.282.000 suara nasional dalam Pileg 2024.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut deretan fakta menarik tentang Anis Matta yang harus diketahui:

Saat bersama PKS, Anis Matta sempat menjadi anggota DPR RI selama dua periode, 2004-2009 dan 2009-2014.
Selama menjadi anggota DPR RI, Anis Matta sempat dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Tapi pada tahun 2013, ia memilih mundur karena dilantik menjadi Presiden PKS.
Pada tahun 2014, Anis Matta dikabarkan melakukan poligami setelah mendapatkan izin dari istri pertamanya.
Istri kedua Anis Hatta, Szilvi Fabula diketahui berasal dari Hongaria.
Di bawah kepemimpinan Anis Matta, ia berhasil membawa PKS lolos ke Senayan dalam Pemilu 2014.
Anis Matta dan Fahri Hamzah dipecat oleh PKS karena masalah internal dalam partai.
Anis Matta dan Fahri memutuskan mendirikan Partai Gelora pada 28 Oktober 2019.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut deretan kasus, skandal, dan kontroversi yang melibatkan Anis Matta:

  1. Poligami
    Anis Matta diketahui melakukan poligami setelah mendapatkan izin dari istri pertamanya. Namun aksi poligaminya mendapat sorotan oleh publik, terutama dari kelompok politikus, seperti Suryadharma Ali. Kepada media, Suryadharma mengatakan bahwa aksi poligami masih kontroversial. Tapi karena aturan tersebut tertulis dalam Alquran, ia tidak bisa menyalahkan. Terkait tentang citranya, ia serahkan kembali kepada masyarakat untuk menilai apakah ia pemimpin yang bagus atau tidak.
  2. Dipecat dari PKS
    Anis Matta diketahui sempat terlibat konflik internal selama bergabung di PKS. Puncaknya, PKS memutuskan memecat Fahri Hamzah dan Anis Matta. Usai dipecat, Anis Matta dan Fahri mendirikan Partai Gelora yang juga didukung oleh mantan kader PKS yang mengundurkan diri. Ia sempat mengakui bahwa Partai Gelora terbentuk usai terlibat dalam konflik internal PKS. Tapi ia mengatakan bahwa partai barunya ini tidak akan bekerja dengan dasar dan tujuan “sakit hati”.
  3. Kasus Impor Daging Sapi
    Pada tahun 2013, Anis Matta sempat diperika oleh KPK sebagai saksi dalam kasus suap impor daging sapi yang melibatkan Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS. Anis Matta yang kala itu menggantikan posisinya, dipanggil untuk menjadi saksi dan terbukti tidak terlibat.
  4. Skandal Video Biru
    Pada tahun 2011 lalu, Anis Matta sempat menjadi buah bibir usai sebuah video porno yang menampilkan sosok pria yang mirip dengannya viral di media sosial. Nasir Jamil kepada media mengatakan bahwa video tersebut sengaja disebar untuk membunuh karakter Pak Anis. Ia juga menambahkan bahwa sosok yang ada di dalam video tersebut bukanlah Pak Anis Matta.
  5. Gaji Anis Matta
    Saat ini Anis Matta diketahui menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri untuk periode 2024-2029. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 176/PMK.02/2015, Wakil Menteri menerima 85 persen tunjangan jabatan sesuai yang dalam Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001. Ini artinya, Anis Matta sebagai Wakil Menteri Luar Negeri akan menerima tunjangan sebesar 85 persen dari Rp13.608.000, yaitu Rp11.568.000 per bulan.

Selain tunjangan, ia juga akan mendapatkan 135 persen dari tunjangan kinerja pejabat struktural eselon 1a. Dengan demikian, Wakil Menteri akan menerima tunjangan kinerja sebesar 135 persen dari Rp5.500.000, yaitu Rp7.425.000 per bulan.

Sedangkan untuk gajinya, tercantum dalam pasal 1 ayat 2 yang disebutkan bahwa hak keuangan bagi Wakil Menteri yang berasal dari pegawai negeri dibayarkan dengan memperhitungkan gaji pokok yang diterima sebagai pegawai negeri.

Dengan demikian, besaran gaji Wakil Menteri adalah Rp18.991.800 per bulan. Tidak hanya itu saja. Wakil Menteri juga akan menerima tunjangan rumah sebesar Rp35.000.000 per bulan. Singkatnya, setiap bulannya Anis Matta sebagai Wakil Menteri akan menerima gaji dan tunjangan di rentang angka Rp60 jutaan.

Hingga saat ini, masih belum ada data laporan terbaru mengenai harta kekayaan yang dimiliki Anis Matta. Namun dikutip dari laman LHKPN, Anis Matta diketahui sempat menyerahkan laporan harta kekayaan pada tahun 2003 dan 2009.

Dalam tahun 2003, Anis Matta dilaporkan memiliki harta sebesar Rp.4.753.622.000. Sedangkan pada tahun 2009, total hartanya meningkat menjadi Rp.6.579.720.000. Sayang, tidak ada informasi detail mengenai data tersebut karena tidak bisa diunduh dan tidak ada akses untuk melihat rincian laporannya.

Robby Manikam

Related Posts

Golkar Menanti Bola Panas dari Istana

narapolitik.com – Dari jalan Gatot Subroto, sinyal kehati-hatian terdengar jelas. Di tengah derasnya dorongan publik dan pernyataan dukungan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, Partai Golkar…

Ada Dorongan Tutut Suharto Kembali ke Golkar

narapolitik.com – Siti Hardijanti Hastuti Rukmana, atau yang akrab disapa Mbak Tutut, kembali menjadi sorotan dalam perbincangan politik nasional. Harapan agar putri sulung Presiden kedua Indonesia, Soeharto, bergabung kembali ke…

Leave a Reply

You Missed

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 31 views
Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 38 views
Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 51 views
Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 33 views
Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”