google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Ada Dorongan Tutut Suharto Kembali ke Golkar

narapolitik.com – Siti Hardijanti Hastuti Rukmana, atau yang akrab disapa Mbak Tutut, kembali menjadi sorotan dalam perbincangan politik nasional. Harapan agar putri sulung Presiden kedua Indonesia, Soeharto, bergabung kembali ke Partai Golongan Karya (Golkar) mengemuka, didorong oleh berbagai elemen masyarakat.

Agus Widjajanto, seorang praktisi hukum dan pemerhati politik sosial budaya, menilai bahwa kehadiran Mbak Tutut di tubuh partai berlambang pohon beringin akan membawa warna baru dalam dinamika politik.
“Ada dorongan dari berbagai elemen masyarakat agar Mbak Tutut kembali berlabuh ke Golkar. Kita tahu jika Mbak Tutut itu tidak haus akan kekuasaan, tetapi dengan kembali ke Golkar tentu akan lebih mewarnai jalannya roda partai,” ujar Agus, Kamis (2/1/2024).

Dorongan ini tidak terlepas dari fakta bahwa tidak ada anggota keluarga Soeharto yang berada di jajaran pengurus Partai Golkar saat ini. Padahal, Soeharto bersama Soehardiman merupakan penggagas dan pendiri Sekretariat Bersama (Sekber) Golongan Karya yang menjadi cikal bakal Partai Golkar pada 20 Oktober 1964.

Sebagai salah satu anak ideologis Orde Baru, Golkar pernah menjadi simbol kekuasaan dan stabilitas politik selama tiga dekade pemerintahan Soeharto. Kehadiran Mbak Tutut, menurut Agus, akan menjadi langkah simbolis untuk mengembalikan marwah partai di tengah tantangan politik modern.

Namun, harapan ini bukan tanpa tantangan. Prof. I Gde Pantja Astawa, Guru Besar Senior Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran, menegaskan bahwa Golkar pasca-reformasi telah mengalami perubahan signifikan dalam orientasi kepemimpinannya. Dari yang sebelumnya bertumpu pada tokoh tertentu, kini lebih berfokus pada kaderisasi.

“Dengan melihat Golkar yang berorientasi pada kader, ini peluang bagi kader-kader Golkar siapa pun dia. Ini pintu masuk, andaikata Mbak Tutut mau masuk,” kata dia.

Ia juga menyoroti “beban sejarah” yang melekat pada Mbak Tutut. Kiprah Soeharto sebagai pemimpin Orde Baru selama 32 tahun membawa pro dan kontra. Meskipun demikian, Prof. Gde melihat sisi positif dalam kepedulian sosial dan jiwa nasionalisme Mbak Tutut yang sejalan dengan warisan ayahnya.

Di sisi lain, Agus Widjajanto optimistis bahwa kembalinya Mbak Tutut ke Golkar dapat memberikan kontribusi besar, khususnya dalam menyukseskan pembangunan nasional di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal ini dapat menjadi peluang untuk mempererat sinergi antara Golkar dan pemerintahan yang baru dilantik.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Mbak Tutut terkait kemungkinan bergabungnya kembali ke Golkar. Namun, harapan dan spekulasi terus berkembang. Jika langkah ini benar-benar terwujud, bukan hanya Golkar yang akan mendapat keuntungan, tetapi juga peta politik nasional yang akan semakin dinamis.

Akankah Mbak Tutut menjawab panggilan sejarah? Waktu yang akan menjawab.

Robby Manikam

Related Posts

Golkar Menanti Bola Panas dari Istana

narapolitik.com – Dari jalan Gatot Subroto, sinyal kehati-hatian terdengar jelas. Di tengah derasnya dorongan publik dan pernyataan dukungan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, Partai Golkar…

Lebih Dekat Dengan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta

Anis Matta terpilih secara aklamasi untuk kembali menjadi Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) periode 2024-2029.Keputusan itu disepakati lewat Musyawarah Nasional (Munas) I Partai Gelora yang digelar di Pomelotel…

Leave a Reply

You Missed

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 31 views
Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 38 views
Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 51 views
Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 33 views
Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”