google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Mengenang Antasari Azhar, Sosok Tegas di Bidang Pemberantasan Korupsi

narapolitik.com – Pada hari Sabtu, 8 November 2025, Indonesia kembali kehilangan satu figur penting di bidang hukum dan pemberantasan korupsi. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, berpulang di usia 72 tahun. Di tengah kesedihan ini, kita menengok kembali perjalanan hidupnya, pesan terakhir yang disampaikannya, dan kiranya, menaruh ruang untuk doa dan penghormatan bagi beliau.

Antasari lahir pada 18 Maret 1953 di Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Ia menapaki karier panjang sebagai jaksa dan kemudian masuk lembaga antikorupsi. Ia menjabat sebagai Ketua KPK, institusi yang berada di garis depan pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebagai Ketua KPK, ia dikenal sebagai sosok yang tegas dan “mengganas” terhadap praktik korupsi walaupun perjalanan hidupnya kemudian tidak lepas dari kontroversi. Meski demikian, jejaknya di ranah pemberantasan korupsi tetap menjadi bagian penting dari sejarah.

Menjelang akhir hayatnya, Antasari sempat dirawat karena infeksi virus, jenis virus tidak disebutkan secara rinci. Dari laporan menantunya, beliau menyampaikan satu pesan yang cukup menyentuh. “Tapi Alhamdulillah dia ingin meninggal di rumah. Pas bilang ke saya ingin meninggal di rumah, dia ingin pulang.” Keluarga kemudian mengikhlaskan keinginannya untuk meninggal di kediamannya di Komplek Les Belles Maisons E-10, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Selain itu, pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan yang mungkin dilakukan almarhum semasa hidupnya—baik ketika menjabat di KPK maupun sebelumnya.

Kepergian Antasari memberikan ruang bagi kita untuk merefleksikan:

  • Bahwa perjuangan melawan korupsi adalah tugas yang berat dan penuh tantangan bahkan bagi mereka yang berada di pucuk-pucuk pimpinan.
  • Bahwa setiap manusia, sekuat apapun posisinya, tetaplah makhluk yang fana, dengan kelemahan dan keinginannya sendiri.
  • Bahwa pesan terakhirnya—ingin pulang dan di rumah—mengingatkan kita akan pentingnya kedamaian batin dan arti nostalgia akan asal usul, tempat, dan keluarga.

Dalam kesempatan ini, izinkan kami dari narapolitik.com mencurahkan ungkapan duka cita yang tulus. Dengan perasaan penuh kesedihan dan penghormatan, kami menyampaikan belas ungkawa mendalam atas berpulangnya Bapak Antasari Azhar. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah, semoga keluarganya dikuatkan dalam menghadapi kepergian yang begitu mendadak dan berat ini. Semoga kita semua dapat melanjutkan warisan kejujuran dan keberanian yang pernah beliau tunjukkan meskipun tidak sempurna, namun penuh makna. Kepada almarhum: selamat jalan, semoga husnul khatimah dan damai di sana.

foto

Gikunda Indrajaya

Related Posts

Prabowo Mania 08 Siap Kawal Program Prabowo-Gibran, Dukung Sikap Politik 98 Resolution Network

narapolitik.com – Momentum peringatan 28 tahun Reformasi 1998 kembali menjadi ruang konsolidasi sejumlah aktivis dan relawan politik nasional. Kali ini, dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran…

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

narapolitik.com – Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, angkat suara soal situasi politik belakangan ini. Menurutnya, sekarang bukan momen yang tepat untuk melontarkan provokasi terhadap pemerintah apalagi di tengah…

Leave a Reply

You Missed

Prabowo Mania 08 Siap Kawal Program Prabowo-Gibran, Dukung Sikap Politik 98 Resolution Network

  • By mintz
  • May 24, 2026
  • 1 views
Prabowo Mania 08 Siap Kawal Program Prabowo-Gibran, Dukung Sikap Politik 98 Resolution Network

Di Antara Fraksi, Aspirasi, dan Mesin Politik Depok: Membaca Sosok Edi Masturo

  • By mintz
  • May 17, 2026
  • 7 views
Di Antara Fraksi, Aspirasi, dan Mesin Politik Depok: Membaca Sosok Edi Masturo

Motif Penikaman Nus Kei Terungkap, Polisi Sebut Dipicu Dendam Lama

  • By raditya
  • April 20, 2026
  • 16 views
Motif Penikaman Nus Kei Terungkap, Polisi Sebut Dipicu Dendam Lama

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 36 views
Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 47 views
Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat