Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Prabowo Bidik 6 Persen: Ini yang Disimak Wali Kota Medan

narapolitik.com – Presiden Prabowo Subianto membawa kabar optimistis mengenai perekonomian Indonesia dalam pidato kenegaraan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen menjadi salah satu capaian yang disorot, sekaligus menjadi pijakan pemerintah untuk mengejar pertumbuhan hingga 6 persen.

Pesan tersebut turut disimak Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan.

Rico hadir bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap di Gedung DPRD Kota Medan. Agenda tersebut digelar untuk menyaksikan secara langsung Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,61 persen pada kuartal I dan semester I 2026.

Menurut Presiden, angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pemerintah pun optimistis kinerja ekonomi nasional masih dapat meningkat hingga akhir tahun.

Prabowo bahkan meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen pada penghujung 2026 dengan dukungan kebijakan yang tepat dan rasional.

Optimisme tersebut disampaikan di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi berbagai tekanan, mulai dari ketegangan geopolitik, perang dagang hingga gangguan rantai pasok.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan investasi yang meningkat bukanlah tujuan utama. Tujuan akhir dari berbagai program pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Prabowo seperti dikutip dari laporan GoSumut.

Selain pertumbuhan ekonomi, Prabowo juga memaparkan perkembangan investasi nasional.

Sepanjang 2025, investasi Indonesia disebut mencapai Rp1.931 triliun dan mampu menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja.

Sementara itu, pada semester I 2026, investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1,4 juta orang.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan investasi nasional tetap bergerak di tengah ketidakpastian global.

Namun, Prabowo menegaskan bahwa besarnya investasi dan tingginya pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir.

Pemerintah ingin pertumbuhan tersebut memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.

Bagi Pemerintah Kota Medan, pidato kenegaraan tersebut menjadi momentum untuk melihat arah kebijakan pemerintah pusat sekaligus perkembangan ekonomi nasional.

Kehadiran Rico dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan menunjukkan keterlibatan pemerintah daerah dalam mengikuti agenda kenegaraan sekaligus perkembangan kebijakan nasional.

Sebagai wali kota, Rico memiliki kepentingan untuk memastikan berbagai kebijakan pembangunan di tingkat daerah tetap berjalan sejalan dengan arah pembangunan nasional.

Terlebih, pertumbuhan ekonomi nasional juga berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi di daerah, termasuk investasi, perdagangan, konsumsi masyarakat, dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Target pertumbuhan ekonomi 6 persen menjadi salah satu tantangan pemerintah pada sisa 2026.

Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa target tersebut dapat dicapai melalui kebijakan yang tepat. Optimisme itu juga tercermin dalam arah kebijakan ekonomi pemerintah yang terus mendorong investasi, industrialisasi, ketahanan pangan dan energi serta peningkatan produktivitas.

Dalam proposal APBN 2027 yang disampaikan pada hari yang sama, pemerintah juga menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, yang merupakan target tertinggi dalam lebih dari satu dekade.

Dengan demikian, angka 6 persen bukan sekadar target jangka pendek. Pemerintah ingin menjadikannya bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada tahun-tahun berikutnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkapkan langkah pemerintah melakukan penataan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebanyak 290 BUMN yang dinilai tidak produktif telah ditutup. Menurut Prabowo, langkah tersebut berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun, dengan potensi penghematan mencapai Rp70 triliun pada akhir 2026.

Penataan tersebut dilakukan dalam kerangka reformasi pengelolaan BUMN melalui Danantara.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memastikan aset dan sumber daya negara memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Dalam pidato kenegaraan, Presiden juga menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah.

Di antaranya adalah Koperasi Desa Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah juga terus mendorong berbagai program yang berkaitan dengan ketahanan pangan, energi, pendidikan dan penguatan ekonomi nasional.

Presiden Prabowo menekankan bahwa seluruh kebijakan tersebut pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Hal itu menjadi benang merah dari pesan ekonomi yang disampaikan Presiden: pertumbuhan tidak cukup hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi harus diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Optimisme pemerintah pusat terhadap pertumbuhan ekonomi 6 persen tentu memiliki konsekuensi bagi pemerintah daerah.

Kota Medan sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Sumatera Utara memiliki posisi strategis dalam menopang aktivitas perdagangan, jasa, investasi dan ekonomi regional.

Karena itu, pertumbuhan ekonomi nasional dapat menjadi peluang bagi daerah untuk memperkuat sektor-sektor produktif sekaligus menarik lebih banyak investasi.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap menghadapi tantangan untuk memastikan pertumbuhan tersebut dirasakan masyarakat secara langsung.

Lapangan pekerjaan, daya beli, kemudahan berusaha dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi sejumlah aspek yang akan menentukan apakah pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada kehidupan warga.

Bagi Rico Tri Putra Bayu Waas, pesan yang disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan tersebut menjadi bagian penting untuk dicermati pemerintah daerah.

Dengan ekonomi nasional yang tumbuh 5,61 persen dan target pemerintah mencapai 6 persen, tantangan berikutnya adalah bagaimana momentum tersebut dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di daerah, termasuk Kota Medan.

sumber utama / gosumut

Related Posts

Jelang Demo 28 Oktober di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa dan Respons Polisi

narapolitik.com – Aksi demonstrasi mahasiswa pada Rabu, 28 Oktober 2026, menjadi salah satu agenda yang mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen…

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

narapolitik.com – Pada Selasa pagi (20/10/2026), sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Selamat Datang di Bundaran HI dan membentangkan dua spanduk raksasa. Spanduk pertama bertuliskan: “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya…

Leave a Reply

You Missed

Jelang Demo 28 Oktober di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa dan Respons Polisi

  • By mintz
  • October 27, 2026
  • 0
  • 12 views
Jelang Demo 28 Oktober di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa dan Respons Polisi

Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 19 views
Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Bundaran HI

Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

  • By mintz
  • October 20, 2026
  • 0
  • 21 views
Karhutla Membara, Greenpeace Turun ke HI!

Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

  • By mintz
  • October 18, 2026
  • 0
  • 20 views
Anak di Bawah 16 Tahun, Akses Medsos Dibatasi!

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

UNAIR dan DPD RI Buka Mata Mahasiswa soal Politik

Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!

  • By mintz
  • October 17, 2026
  • 0
  • 27 views
Rocky Gerung Masuk Istana, Sebut Ini!