Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan, LIN Ancam Turun ke DPR

narapolitik.com – Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN) Gus Robi Irawan Wiratmoko mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, namun mengatakan aturan tersebut harus disusun secara terukur untuk menghindari penyalahgunaan kewenangan.

“RUU Perampasan Aset ini masalah yang ngeri, dan jika salah berbicara bisa membahayakan, mengingat tensi dan suhu politik saat ini lagi panas,” kata Gus Robi kepada wartawan di Jakarta, pada Rabu (2/9).

Menurut dia, pembahasan RUU tersebut menyangkut kepentingan masyarakat yang menginginkan negara dapat mengambil kembali aset yang terbukti berasal dari tindak pidana korupsi maupun kejahatan lainnya.

Gus Robi mengatakan masyarakat menginginkan adanya aturan yang dapat memperjelas mekanisme perampasan aset hasil korupsi, kolusi dan nepotisme, dengan tetap menjamin proses hukum yang adil.

“LIN berharap RUU Perampasan Aset harus dilahirkan secara terukur, merujuk pada integritas dalam langkah, rasional dalam tindakan, dan kebenaran dalam tujuan,” katanya.

Ia juga mengkritik hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat, dengan mengatakan DPR seharusnya menjalankan mandat yang diberikan oleh pemilih dan memperjuangkan kepentingan publik.

“Kembali pada etika dan moral, mungkin teman-teman di sana tidak mewakili rakyat. Jadi keinginan rakyat dipersulit terkait RUU Perampasan Aset,” ujar Gus Robi.

Dukung Perampasan Aset

LIN, kata Gus Robi, mendukung pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai instrumen hukum untuk mengambil aset yang terbukti diperoleh melalui tindak pidana.

Ia mengatakan tujuan kebijakan tersebut bukan sekadar membuat pelaku kejahatan kehilangan kekayaan, melainkan mengembalikan aset yang diperoleh secara melawan hukum kepada negara sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau dimiskinkan, kita ini manusia yang adil dan beradab. Perampasan aset pas untuk direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Gus Robi juga meminta DPR menggunakan bahasa yang jelas dalam merumuskan aturan tersebut dan tidak memberikan harapan yang menurutnya dapat mengecewakan masyarakat.

“Ayo kita kembalikan bahwa rakyat adalah pemilik kedaulatan tertinggi,” katanya.

Ia mendesak RUU tersebut segera disahkan dan mengatakan LIN akan mempertanyakan komitmen DPR jika tidak ada pengesahan atau kemajuan yang dianggap memadai hingga 15 Desember 2026

“Jika tak disahkan pada tanggal 15 nanti, maka LIN seluruh Indonesia akan turun. Kita akan tanya langsung ke DPR, apakah mereka masih bisa dan mampu menjadi wakil rakyat,” kata Gus Robi.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berjanji mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026.

Related Posts

Program MBG Kembali Disorot, Puluhan Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

narapolitik.com – Program MBG Prabowo kembali menghadapi tekanan setelah 60 orang tua mengajukan laporan kepada kepolisian terkait anak-anak yang sakit setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. Program Makan…

Qodari Ungkap Sikap Prabowo Sebelum ke Rusia, Masalah Dalam Negeri Jadi Prioritas

narapolitik.com – Prabowo sebelum ke Rusia menjadi sorotan setelah Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyatakan Presiden memastikan persoalan dalam negeri tertangani sebelum melakukan perjalanan ke Rusia. Pemerintah memberikan penjelasan…

Leave a Reply

You Missed

Program MBG Kembali Disorot, Puluhan Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

  • By mintz
  • September 11, 2026
  • 0
  • 7 views
Program MBG Kembali Disorot, Puluhan Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

Qodari Ungkap Sikap Prabowo Sebelum ke Rusia, Masalah Dalam Negeri Jadi Prioritas

  • By mintz
  • September 11, 2026
  • 0
  • 10 views

Doli Kurnia Baca Sinyal AHY, Pilpres 2029 Mulai Panas?

  • By mintz
  • September 11, 2026
  • 0
  • 9 views
Doli Kurnia Baca Sinyal AHY, Pilpres 2029 Mulai Panas?

21 Negara Ikut Super Garuda Shield, DPR Sebut Posisi Strategis Indonesia Makin Terlihat

  • By mintz
  • September 11, 2026
  • 0
  • 18 views
21 Negara Ikut Super Garuda Shield, DPR Sebut Posisi Strategis Indonesia Makin Terlihat

Reforma Agraria Tak Cukup Bagi Tanah, DPR Dorong Terhubung dengan MBG

  • By mintz
  • September 11, 2026
  • 0
  • 13 views
Reforma Agraria Tak Cukup Bagi Tanah, DPR Dorong Terhubung dengan MBG

RUU Penyiaran Maju ke DPR, Aturan KPI dan Media Mulai Jadi Sorotan

  • By mintz
  • September 11, 2026
  • 0
  • 12 views
RUU Penyiaran Maju ke DPR, Aturan KPI dan Media Mulai Jadi Sorotan