Mengapa Destry Damayanti Menguat Jadi Calon Gubernur BI? Ini 5 Alasan yang Perlu Diperhatikan

narapolitik.com – Nama Destry Damayanti semakin kuat dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Perry Warjiyo.

Meski Presiden Prabowo Subianto belum menetapkan calon secara resmi, Istana mengakui Destry termasuk nama yang sedang dibahas dan dipertimbangkan. Hingga 7 Agustus 2026, belum ada surat presiden mengenai calon Gubernur BI yang dikirimkan kepada DPR.

Reuters sebelumnya melaporkan Destry menjadi kandidat terdepan setelah ditunjuk menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI. Proses pemilihan formal diperkirakan mulai berjalan setelah DPR kembali bersidang pada 14 Agustus.

Lantas, mengapa nama Destry begitu kuat?

Ada sedikitnya lima alasan yang membuat peluangnya menarik untuk diperhatikan.

1. Destry Sudah Memahami Dapur Bank Indonesia

Alasan pertama adalah pengalaman.

Destry bukan orang baru di Bank Indonesia. Ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan berada di posisi penting dalam struktur bank sentral ketika Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Setelah pengunduran diri Perry, Destry dipercaya menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI.

Artinya, bila Presiden memilih Destry, proses transisi kepemimpinan dapat berlangsung relatif mulus karena ia sudah berada di dalam sistem dan memahami kebijakan yang sedang berjalan.

Bagi pasar, kesinambungan semacam ini bisa menjadi nilai tambah.

2. Destry Menawarkan Sinyal Kesinambungan Kebijakan

Pergantian Gubernur BI terjadi dalam situasi yang tidak sederhana.

Perry Warjiyo meninggalkan jabatannya secara mendadak pada akhir Juli 2026. Keputusan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan moneter Indonesia.

Karena itu, Presiden Prabowo memiliki kepentingan untuk memastikan pergantian kepemimpinan tidak menimbulkan guncangan baru.

Destry dapat memberikan sinyal bahwa kebijakan Bank Indonesia tidak akan berubah secara drastis hanya karena pergantian gubernur.

Reuters menilai Destry dipandang positif oleh investor dan dianggap mampu menjaga kesinambungan kebijakan bank sentral.

Bagi pemerintah, stabilitas tersebut tentu menjadi pertimbangan penting.

3. Destry Sudah Menjalankan Fungsi Gubernur Sementara

Faktor ketiga adalah pengalaman langsung selama masa transisi.

Sejak Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry tidak hanya menjadi nama dalam daftar kandidat. Ia sudah menjalankan fungsi kepemimpinan Bank Indonesia.

Dalam kapasitas tersebut, Destry tetap harus menghadapi persoalan yang sama yang nantinya akan menjadi tanggung jawab Gubernur BI definitif: menjaga stabilitas rupiah, inflasi, likuiditas dan sistem keuangan.

Pada awal Agustus, Destry juga menyampaikan kebijakan BI untuk mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit daripada menempatkan terlalu banyak likuiditas pada instrumen bank sentral. Kebijakan tersebut antara lain berkaitan dengan penurunan Giro Wajib Minimum yang berlaku mulai September.

Dengan kata lain, Destry sudah berada di tengah arena ketika proses pencarian gubernur baru berlangsung.

4. Destry Berada di Titik Pertemuan antara BI, Pemerintah dan Pasar

Alasan keempat lebih bersifat politis.

Gubernur BI membutuhkan hubungan koordinasi yang baik dengan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, tanpa kehilangan independensi sebagai bank sentral.

Reuters melaporkan Destry dipandang memiliki hubungan kerja yang baik dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Presiden Prabowo.

Ini menjadi penting karena pemerintah Prabowo sedang mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara Bank Indonesia memiliki mandat menjaga stabilitas moneter.

Dua kepentingan tersebut tidak selalu berjalan dalam arah yang sama.

Pemerintah tentu menginginkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan.

Bank Indonesia harus mempertimbangkan stabilitas harga, nilai tukar dan kondisi sistem keuangan.

Karena itu, figur Gubernur BI yang mampu melakukan koordinasi tanpa mengorbankan independensi akan menjadi sangat penting.

5. Prabowo Belum Menutup Pintu bagi Nama Lain

Meski Destry menguat, bukan berarti pertarungan sudah selesai.

Ini justru bagian yang perlu diperhatikan.

Mensesneg Prasetyo Hadi telah menegaskan bahwa ada beberapa nama yang dipertimbangkan Presiden. Destry termasuk salah satunya, tetapi hingga Jumat, 7 Agustus, Presiden belum mengambil keputusan final.

Artinya, posisi Destry saat ini lebih tepat disebut sebagai kandidat kuat, bukan Gubernur BI terpilih.

Berdasarkan aturan yang berlaku, Presiden dapat mengajukan maksimal tiga nama kepada DPR. Parlemen kemudian memiliki waktu untuk melakukan proses pemilihan sesuai mekanisme yang ditentukan. Reuters menyebut proses formal diperkirakan mulai setelah DPR kembali bersidang pada 14 Agustus.

Ada Faktor Lain yang Tak Kalah Penting: Independensi BI

Di balik nama Destry, sebenarnya ada pertanyaan yang jauh lebih besar.

Seberapa kuat independensi Bank Indonesia di era pemerintahan Prabowo?

Pertanyaan tersebut muncul setelah pengunduran diri Perry Warjiyo.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa keluarnya Perry secara mendadak menimbulkan perhatian investor terhadap independensi bank sentral. Situasi tersebut terjadi ketika Indonesia juga menghadapi tekanan terhadap rupiah dan ketidakpastian kebijakan fiskal.

Karena itu, siapa pun yang dipilih Prabowo akan menghadapi ekspektasi besar.

Gubernur BI berikutnya harus mampu bekerja sama dengan pemerintah, tetapi pada saat yang sama harus dapat menunjukkan bahwa keputusan moneter tetap dibuat berdasarkan mandat bank sentral.

Apakah Destry Akan Dipilih Prabowo?

Untuk saat ini, belum ada jawaban pasti.

Namun, jika melihat berbagai faktor yang berkembang, Destry memiliki beberapa keunggulan.

Ia sudah lama berada di lingkungan BI, memahami kebijakan bank sentral, sedang menjalankan tugas sebagai pejabat sementara gubernur, dan dinilai dapat memberikan kesinambungan kebijakan.

Itulah yang membuat namanya menjadi salah satu kandidat paling kuat.

Tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo.

Dalam beberapa hari ke depan, perhatian akan beralih kepada Istana dan DPR.

Jika nama Destry akhirnya benar-benar diajukan, pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah ia kandidat kuat, tetapi bagaimana DPR akan menilai rekam jejak, independensi dan arah kebijakan moneternya.

Sebaliknya, jika Prabowo mengajukan nama lain, maka peta politik dan ekonomi di sekitar Bank Indonesia akan kembali berubah.

Satu hal yang jelas: kursi Gubernur Bank Indonesia kali ini bukan sekadar pergantian pejabat. Ini adalah keputusan strategis yang akan menjadi salah satu sinyal penting mengenai arah ekonomi pemerintahan Prabowo.

foto : bulletin.id

  • Related Posts

    Dito Ariotedjo di Pusaran Kasus Kuota Haji: Saksi Kunci atau Sekadar Mata Rantai Informasi?

    narapolitik.com – Nama mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo kembali mencuat dalam persidangan dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan 2023–2024. Pada Kamis, 10 September 2026, Dito hadir di…

    Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan, LIN Ancam Turun ke DPR

    narapolitik.com – Ketua Umum Lembaga Investigasi Negara (LIN) Gus Robi Irawan Wiratmoko mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera menyelesaikan dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, namun mengatakan aturan tersebut…

    Leave a Reply

    You Missed

    Golkar Ungkap Sisi Politik Prabowo yang Dinilai Jadi Kunci: Peta 2029 Makin Menarik?

    • By mintz
    • September 12, 2026
    • 0
    • 0 views
    Golkar Ungkap Sisi Politik Prabowo yang Dinilai Jadi Kunci: Peta 2029 Makin Menarik?

    Prabowo dan Gibran Hadir, tapi Sejumlah Ketum Parpol Absen di HUT Demokrat

    • By mintz
    • September 12, 2026
    • 0
    • 0 views
    Prabowo dan Gibran Hadir, tapi Sejumlah Ketum Parpol Absen di HUT Demokrat

    AHY Akhirnya Buka Suara soal Pidato Kontroversial: Demokrat Tegas Dukung Prabowo

    • By mintz
    • September 12, 2026
    • 0
    • 0 views
    AHY Akhirnya Buka Suara soal Pidato Kontroversial: Demokrat Tegas Dukung Prabowo

    Prabowo Tiba di India, KTT BRICS 2026 Jadi Panggung Penting Politik Dunia

    • By mintz
    • September 12, 2026
    • 0
    • 0 views
    Prabowo Tiba di India, KTT BRICS 2026 Jadi Panggung Penting Politik Dunia

    Program MBG Kembali Disorot, Puluhan Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

    • By mintz
    • September 11, 2026
    • 0
    • 7 views
    Program MBG Kembali Disorot, Puluhan Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

    Qodari Ungkap Sikap Prabowo Sebelum ke Rusia, Masalah Dalam Negeri Jadi Prioritas

    • By mintz
    • September 11, 2026
    • 0
    • 10 views