Paslon Imam-Ririn Bantah Label Kota Intoleran untuk Depok dalam Debat Pilkada 2024

narapolitik.com – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Nomor Urut 1, Imam Budi Hartono dan Ririn Farabi Arafiq, membantah keras hasil riset Setara Institute yang menempatkan Kota Depok sebagai salah satu kota paling intoleran di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam debat ketiga Pilkada Depok yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Global University (JGU), Kecamatan Sukmajaya, Depok.

Ririn Farabi menegaskan bahwa Kota Depok adalah kota yang toleran dan inklusif. Ia juga memaparkan sejumlah program pemerintah yang disebutnya sebagai bentuk dukungan terhadap toleransi, seperti pemberian insentif bagi pembimbing rohani dari berbagai agama.

Senada dengan Ririn, Imam Budi Hartono menyoroti komitmen pemerintah dalam menjaga keberagaman, mulai dari dukungan kesejahteraan bagi tokoh agama hingga bantuan untuk perbaikan rumah ibadah. Imam, yang juga Wakil Wali Kota Depok non-aktif, menekankan bahwa pemerintah tidak pernah melarang aktivitas beribadah kelompok masyarakat manapun. Bahkan, proses perizinan mendirikan rumah ibadah di Depok dipermudah dengan pembebasan biaya IMB.

Data Pemerintah Kontra dengan Riset Setara Institute

Mengutip data Kementerian Agama, Imam menyatakan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kota Depok mencapai 73,4 persen, angka yang cukup tinggi dibandingkan kota-kota lain.

Ia juga menambahkan bahwa tokoh-tokoh agama di Depok, termasuk Ketua PGI Kota Depok Pendeta Rolan dan Pendeta Roki, mengakui bahwa Depok merupakan kota yang toleran.

Respons terhadap Riset Setara Institute

Imam dan Ririn secara tegas mempertanyakan hasil riset Setara Institute yang sebelumnya menempatkan Depok sebagai kota paling intoleran tiga kali berturut-turut, termasuk dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2022.

Pasangan Imam-Ririn juga berkomitmen untuk terus memajukan Depok sebagai kota yang ramah, toleran, dan mencerminkan semangat kebinekaan Indonesia. “Kita harus mencintai keberagaman dan kedamaian,” kata Imam.

Related Posts

Pilkada Tanpa Wakil Jadi Wacana, PKS Tawarkan Skema Politikus-Profesional

narapolitik.com – Wacana menggelar pemilihan kepala daerah tanpa wakil kembali mencuat. Di tengah perdebatan tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menawarkan gagasan berbeda, yakni membentuk pasangan kepala daerah yang terdiri dari…

KPK Usul Kampanye Akbar Dihapus, Mungkinkah Ini Menjadi Titik Balik Politik Berbiaya Murah?

narapolitik.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan agar model kampanye akbar dalam penyelenggaraan Pemilu dievaluasi bahkan dihapus. Menurut KPK, kampanye yang mengandalkan pengerahan massa dalam jumlah besar membutuhkan biaya sangat…

Leave a Reply

You Missed

Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Bikin Heboh, Pengamat: Bisa Mengarah ke Politik Kekuasaan

Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Bikin Heboh, Pengamat: Bisa Mengarah ke Politik Kekuasaan

Golkar Bongkar Masalah Sengketa Tanah yang Tak Kunjung Selesai, DPR Dorong RUU Reforma Agraria

Golkar Bongkar Masalah Sengketa Tanah yang Tak Kunjung Selesai, DPR Dorong RUU Reforma Agraria

Pemilu 2029 Masih Jauh, Partai Ini Sudah Panaskan Mesin Politik dari Sekarang

Pemilu 2029 Masih Jauh, Partai Ini Sudah Panaskan Mesin Politik dari Sekarang

Pilpres 2029 Mulai Terbaca, Pengamat Sebut Parpol Akan Berpikir Seribu Kali Lawan Prabowo

Pilpres 2029 Mulai Terbaca, Pengamat Sebut Parpol Akan Berpikir Seribu Kali Lawan Prabowo

Prabowo Bawa Pesan Kemandirian ke BRICS, Indonesia Tak Mau Didikte

Prabowo Bawa Pesan Kemandirian ke BRICS, Indonesia Tak Mau Didikte

Kapolri Bertemu Ribuan Buruh di Bekasi, Pesannya Tegas: Jangan Sampai Konflik Ganggu Investasi

  • By mintz
  • September 12, 2026
  • 0
  • 21 views
Kapolri Bertemu Ribuan Buruh di Bekasi, Pesannya Tegas: Jangan Sampai Konflik Ganggu Investasi