google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Ace Hasan Sindir Kegagalan Pilpres dan Pilkada, Anies Baper?

narapolitik.com – Kalah dikontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, gagal juga dipencalonan Gubernur, politisi Anies Baswedan kini menjadi sorotan. Bukan atas torehan prestasi namun narasi sindiran yang membuat banyak pihak merasa tak nyaman.

Anies memberi pernyataan yang dikemas seolah seperti pertanyaan di kanal youtube pribadinya soal seluruh partai politik di Indonesia tersandera pemegang kekuasaan.

“Kemudian ada usul supaya saya masuk partai atau bikin partai politik. Nah gini, kalau masuk partai, pertanyaannya partai mana yang sekarang tidak tersandra oleh kekuasaan? Jangankan dimasuki, mencalonkan saja terancam, agak berisiko juga bagi yang mengusulkan. Jadi ini adalah sebuah kenyataan nih, jadi kita lihat saja ke depannya,” kata Anies, Jumat (30/8).

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily yang memberi saran mantan Gubernur Jakarta tersebut agar tidak mengeluarkan pernyataan yang tendensius dan menyesatkan jika keinginannya tidak tercapai.

“Jadi jangan juga punya pikiran kalau tidak sesuai dengan harapan dia, lalu dia memberikan satu pandangan bahwa seakan-akan partai kita telah tersandera oleh pihak-pihak yang lain,” kata Ace di gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/9).

Terlepas dari dominasi perorangan atau manuver politik baik internal dan eksternal, partai politik memiliki buku panduannya dan garis arah tujuan politik masing masing. “Jadi masing-masing partai itu ya memiliki kebijakannya sendiri-sendiri. Orang mau menilai seperti apa yang dikembalikan kepada rakyat untuk menentukan bahwa partai-partai tersebut memiliki kebijakannya masing-masing,” tegas Ace.

Menurut Ace begitu pula dengan Partai Golkar tentu memiliki arah dan mekanisme yang telah disepakati seluruh pemangku kebijakan. “Jadi bagi kami tentu kami memiliki visi misi serta kebijakan sendiri didalam mengambil berbagai kebijakan-kebijakan tersebut,” imbuh Ace.

Robby Manikam

Related Posts

Pasangan Edy-Hasan Resmi Gugat Hasil Pilkada Sumut 2024 ke MK

narapolitik.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara (Sumut) nomor urut 2, Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala, secara resmi mengajukan gugatan hasil Pilkada Sumut 2024 ke Mahkamah…

Khofifah-Emil Menang Telak di Pilkada Jatim, Raih 58,81 Persen Suara

narapolitik.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa–Emil Elestianto Dardak, berhasil memenangkan Pilkada Jawa Timur 2024 dengan perolehan suara sebanyak 12.192.165 atau 58,81 persen dari…

Leave a Reply

You Missed

Siapa yang Paling Dirugikan Jika Biaya Politik Pilkada Dibatasi? Membaca Peta Kepentingan di Balik Usulan Mendagri

  • By mintz
  • July 17, 2026
  • 10 views
Siapa yang Paling Dirugikan Jika Biaya Politik Pilkada Dibatasi? Membaca Peta Kepentingan di Balik Usulan Mendagri

Penanganan Kasus Korupsi Dipastikan Tetap Berjalan Meski Jampidsus Mundur

  • By mintz
  • July 12, 2026
  • 13 views
Penanganan Kasus Korupsi Dipastikan Tetap Berjalan Meski Jampidsus Mundur

Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Penegakan Hukum, Dukungan terhadap Prabowo Menguat

  • By mintz
  • July 12, 2026
  • 29 views
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Penegakan Hukum, Dukungan terhadap Prabowo Menguat

Tiyo Ardianto: Oposisi Baru atau Sekadar Variasi Lama dalam Politik Indonesia?

  • By mintz
  • June 18, 2026
  • 25 views
Tiyo Ardianto: Oposisi Baru atau Sekadar Variasi Lama dalam Politik Indonesia?

Alarm Keras di Jalanan: Ketika Parlemen Masuk Angin dan Rakyat Mengambil Alih Fungsi Kontrol

  • By mintz
  • June 16, 2026
  • 15 views
Alarm Keras di Jalanan: Ketika Parlemen Masuk Angin dan Rakyat Mengambil Alih Fungsi Kontrol

Ekonomi yang Katanya Tumbuh, Tapi Mengapa Rakyat Terus Mengeluh?

  • By mintz
  • June 1, 2026
  • 19 views
Ekonomi yang Katanya Tumbuh, Tapi Mengapa Rakyat Terus Mengeluh?