
narapolitik.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan sisi emosionalnya saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2024 yang digelar di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis. Dalam momen yang mengharukan, air mata mantan orang nomor satu di Kopassus itu menetes ketika menyampaikan permohonan maaf kepada para guru atas keterbatasan kabinetnya dalam memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan.
Prabowo, yang kini baru beberapa bulan memimpin pemerintahan, dengan suara bergetar mengakui bahwa upaya yang dilakukan pemerintahnya bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Keuangan masih belum sepenuhnya memenuhi harapan para guru.
“Kami paham, kami mengerti usaha kami, usaha Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, usaha Menteri Keuangan, kami sadar apa yang kami berikan kali ini belum yang saudara-saudara perlukan. Ingatlah ini adalah upaya kami dan akan kami upayakan terus,” ujar Presiden dengan nada emosional. Di sela pidatonya ia juga mengenang sang ayah yang pernah berprofesi sebagai guru, menambah keharuan dalam acara tersebut.
Komitmen Tinggi untuk Pendidikan dan Guru
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi kemakmuran bangsa. Menurutnya, kualitas pendidikan yang baik tidak terlepas dari peran guru sebagai kunci utama. Pemerintah, kata dia, telah menaikkan anggaran untuk kesejahteraan guru sebagai langkah awal.

Perangi Korupsi dan Manipulasi Demi Pendidikan
Selain fokus pada peningkatan pendidikan, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk korupsi, judi daring, penyelundupan, dan manipulasi yang merugikan negara. Ia memastikan bahwa kebocoran anggaran harus dihentikan agar dana pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Oleh karena itu, saya mohon ketabahan para guru. Saya mohon kesabaran para guru. Saya mohon kepercayaan para guru kepada kami,” jelas Prabowo dengan penuh keyakinan.
Acara peringatan ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya peran guru dalam membangun masa depan bangsa. Komitmen Presiden Prabowo diharapkan dapat menjadi angin segar untuk dunia pendidikan di Indonesia.








