google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Pertemuan Prabowo Subianto dan Joko Widodo Jadi Contoh Kenegarawanan yang Inspiratif

narapolitik.com – Pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo pada Jumat (8/12) malam mendapat apresiasi luas sebagai wujud sikap kenegarawanan yang patut dicontoh. Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay, menilai momen ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam politik, meskipun keduanya berasal dari latar belakang partai politik yang berbeda.

“Tidak semua bisa melakukan hal seperti ini, apalagi keduanya berasal dari didikan partai politik yang berbeda,” ujar Saleh di Jakarta, Sabtu (9/12).

Saleh juga menyoroti bagaimana meskipun Prabowo dan Jokowi pernah menjadi rival dalam pemilihan presiden, hubungan keduanya tetap harmonis. Ia menambahkan, di banyak negara, kolaborasi lintas partai seperti ini cenderung sulit terwujud. “Di luar negeri, kolaborasi biasanya hanya bisa dilakukan kalau satu partai saja. Kalau beda partai, beda pandangan. Tidak jarang ada kritik, bahkan intrik dan manuver. Sementara itu, Prabowo dan Jokowi ini justru tetap akrab dan sangat bersahabat,” tambah Ketua Komisi VII DPR RI tersebut.

Saleh menilai, pertemuan ini memberikan sinyal positif bagi dunia politik Indonesia. Ia percaya, keharmonisan antara kedua tokoh tersebut dapat menciptakan nuansa politik yang lebih cair dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Nuansa politik akan cair kalau orientasinya adalah kepentingan masyarakat. Tidak perlu saling menyalahkan. Sudah saatnya kembali bersatu. Bersatu untuk melayani masyarakat,” jelas Saleh.

Sebelumnya, Jokowi memenuhi undangan makan malam di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta. Keduanya menikmati hidangan sederhana seperti ayam goreng, sembari berbincang akrab.

Prabowo mengungkapkan undangan ini sebagai bentuk balasan atas kunjungannya ke rumah Jokowi di Solo beberapa waktu lalu. “Jadi, saya dengar Pak Jokowi ada di Jakarta, saya undang makan. Jadi, saya pernah ke rumah beliau di Solo, saya undang sekarang ke Kertanegara,” kata Prabowo kepada wartawan.

Pertemuan ini menjadi momentum penting yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para politisi lain untuk mengedepankan persatuan dan kepentingan bangsa.

raditya

Related Posts

Anugerah Gelar Pahlawan untuk Soeharto, Ada Dampak Sosial dan Sejarah?

narapolitik.com – Pada 10 November 2025, pada momentum peringatan Hari Pahlawan, pemerintah secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Keputusan ini menimbulkan reaksi keras…

Risiko Perang Dunia III: Dampak pada Indonesia dan Langkah Pencegahan yang Harus Diambil

narapolitik.com – Pernyataan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memperingatkan potensi terjadinya Perang Dunia III menimbulkan pertanyaan penting, bila konflik skala besar benar-benar meletus bagaimana dampaknya bagi Indonesia dan…

Leave a Reply

You Missed

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 31 views
Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 38 views
Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 51 views
Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 33 views
Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”