
narapolitik.com – Fraksi Partai Golkar DPR RI melakukan perombakan terhadap sejumlah posisi strategis di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Rotasi tersebut mencakup pimpinan komisi, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), hingga struktur internal Fraksi Golkar.
Perubahan ini tertuang dalam Surat Fraksi Partai Golongan Karya Nomor SJ.00.1384 FPG/DPR RI/VIII/2026 tertanggal 14 Agustus 2026 yang ditujukan kepada Sekretariat Jenderal DPR RI. Ketua Fraksi Golkar DPR, M. Sarmuji, membenarkan adanya perubahan susunan tersebut.
Perombakan paling mencolok terjadi di Komisi X dan Komisi XII DPR. Posisi Ketua Komisi X yang sebelumnya ditempati Hetifah Sjaifudian kini dipercayakan kepada Agung Widyantoro.
Sementara itu, kursi Ketua Komisi XII DPR yang sebelumnya dijabat Bambang Patijaya kini diisi Melchias Markus Mekeng. Pergeseran tersebut menjadi bagian dari penataan kembali posisi Fraksi Golkar di alat kelengkapan dewan (AKD).
Agung Widyantoro sebelumnya menduduki posisi Wakil Ketua MKD DPR. Setelah rotasi, ia mendapatkan tugas baru sebagai Ketua Komisi X DPR.
Perubahan tersebut sekaligus membuat posisi Wakil Ketua MKD dari Fraksi Golkar mengalami pergantian. Kursi yang ditinggalkan Agung selanjutnya diisi Hasan Basri Agus.
Komisi X sendiri memiliki lingkup kerja yang berkaitan dengan sejumlah isu penting, sehingga posisi ketua komisi memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPR.
Perubahan lainnya terjadi di Komisi XII DPR.
Melchias Markus Mekeng ditunjuk sebagai Ketua Komisi XII menggantikan Bambang Patijaya. Pergantian ini menjadi salah satu perubahan pimpinan komisi yang cukup menonjol dalam rotasi terbaru Fraksi Golkar.
Selain dua posisi ketua komisi tersebut, Golkar juga melakukan rotasi terhadap sejumlah wakil ketua komisi.
Agun Gunanjar Sudarsa ditunjuk menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR menggantikan Zulfikar Arse Sadikin.
Kemudian, Daniel Mutaqien Syafiuddin dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR menggantikan Sari Yuliati.
Sementara Hanan A Rozak ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR menggantikan Panggah Susanto.
Perombakan tidak hanya menyentuh pimpinan komisi dan AKD. Struktur internal Fraksi Golkar DPR juga mengalami perubahan.
Sari Yuliati yang sebelumnya menjabat Sekretaris Fraksi Golkar kini digantikan oleh Gde Sumarjaya Linggih.
Pergantian tersebut berkaitan dengan posisi baru Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR. Sari sebelumnya ditetapkan menggantikan Adies Kadir yang kini menjadi hakim Mahkamah Konstitusi.
Dengan demikian, rotasi kali ini tidak sekadar menyangkut pergantian personal di sejumlah komisi, tetapi juga menata kembali struktur representasi Fraksi Golkar di berbagai alat kelengkapan DPR.
Daftar Perubahan Pimpinan Fraksi Golkar di DPR
Berikut sejumlah perubahan posisi yang dilakukan Fraksi Golkar:
| Posisi | Sebelumnya | Sekarang |
|---|---|---|
| Ketua Komisi X DPR | Hetifah Sjaifudian | Agung Widyantoro |
| Ketua Komisi XII DPR | Bambang Patijaya | Melchias Markus Mekeng |
| Wakil Ketua Komisi II DPR | Zulfikar Arse Sadikin | Agun Gunanjar Sudarsa |
| Wakil Ketua Komisi III DPR | Sari Yuliati | Daniel Mutaqien Syafiuddin |
| Wakil Ketua Komisi IV DPR | Panggah Susanto | Hanan A Rozak |
| Wakil Ketua MKD DPR | Agung Widyantoro | Hasan Basri Agus |
| Sekretaris Fraksi Golkar DPR | Sari Yuliati | Gde Sumarjaya Linggih |
Data perubahan tersebut berdasarkan surat Fraksi Golkar tertanggal 14 Agustus 2026 dan konfirmasi Ketua Fraksi Golkar M. Sarmuji.
Rotasi tersebut berlangsung pada awal Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027. Perubahan komposisi ini membuat sejumlah kader Golkar memperoleh tanggung jawab baru di berbagai komisi dan alat kelengkapan DPR.
Bagi Fraksi Golkar, posisi di pimpinan komisi memiliki arti penting karena komisi merupakan salah satu ruang utama DPR menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan pembahasan anggaran.
Perubahan tersebut juga menunjukkan adanya penataan internal Fraksi Golkar setelah sejumlah kader mengalami perubahan posisi di parlemen.
Dengan susunan baru ini, perhatian selanjutnya akan tertuju pada bagaimana para pimpinan baru menjalankan tugasnya di masing-masing komisi serta bagaimana perubahan tersebut memengaruhi dinamika Fraksi Golkar di DPR.










