google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

Prabowo dan Jokowi Solid Dukung Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta?

narapolitik.com, Pilkada serentak akan dilangsungkan kurang lebih pada 2 minggu kedepan. Pertemuan Cagub Jakarta nomor urut satu Ridwan Kamil atau RK dengan Presiden Prabowo Subianto serta Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan Direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno.

RK bersua dengan Presiden Prabowo di sebuah restoran makan, Jakarta Pusat, pada Kamis (31/11) malam. Sehari sebelumnya, Jumat (1/11), RK bertemu dengan Jokowi di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah.

Adi menyikapi pertemuan pada Kamis dan Jumat tersebut sebagai sebuah dukungan mutlak bagi Cagub dan Cawagub Jakarta nomor urut satu Ridwan Kamil-Suswono (RIDO).

”Artinya Prabowo, Jokowi, Ridwan Kamil, dan KIM Plus ini adalah satu kesatuan kekuatan politik yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain,” ungkap pengamat politik itu saat diwawancarai awak media, dikutip Sabtu (2/11).

Dia mengatakan langkah RK dengan menemui Prabowo dan Jokowi secara personal menjadi tolok ukur kepastian dukungan bagi RIDO untuk pilgub Jakarta 2024.

“Jadi, partai-partai KIM, pemilih-pemilih KIM dan KIM Plus, semua tegak lurus kepada Ridwan Kamil-Suswono,” katanya.

Selain itu, Adi mengungkap pertemuan RK dengan kedua tokoh menjadi penegasan partai di KIM Plus bakal bekerja total memenangkan RIDO.

”Ini sebagai penegasan bahwa KIM Plus atau KIM secara umum itu solid dukungan politiknya, tidak ada ceritanya KIM Plus itu tidak total dan tidak penuh mendukung Ridwan Kamil,” ujar dia.

Ditilik dari komunikasi politik, pertemuan dengan Presiden Prabowo dan Jokowi untuk memberi garis batas bagi politikus di KIM Plus agar tak bermanuver pada Pilkada Jakarta 2024.

“Makanya pertemuan-pertemuan dengan Prabowo, Ridwan Kamil ke Solo (bertemu Jokowi) itu, kan, untuk menegaskan bahwa siapa pun yang mengklaim mengatasnamakan KIM dan KIM Plus, semestinya solid mendukung Ridwan Kamil dan Suswono,” ucap Adi.

Sementara itu, pihak Istana menyampaikan bahwa pertemuan antara Prabowo dengan Ridwan Kamil dilandasi kedekatan di antara kedua tokoh tersebut dan tidak ada unsur lainnya.

“Tentu itu yang sebenarnya ingin disampaikan secara politik. Bahwa secara personal, secara politik, tentu saja Prabowo lebih kepada Ridwan Kamil. Bahkan, bisa disebut seratus persen dukungannya ke Ridwan Kamil,” kata Adi Prayitno.

raditya

Related Posts

Pasangan Edy-Hasan Resmi Gugat Hasil Pilkada Sumut 2024 ke MK

narapolitik.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara (Sumut) nomor urut 2, Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala, secara resmi mengajukan gugatan hasil Pilkada Sumut 2024 ke Mahkamah…

Khofifah-Emil Menang Telak di Pilkada Jatim, Raih 58,81 Persen Suara

narapolitik.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa–Emil Elestianto Dardak, berhasil memenangkan Pilkada Jawa Timur 2024 dengan perolehan suara sebanyak 12.192.165 atau 58,81 persen dari…

Leave a Reply

You Missed

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 31 views
Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 38 views
Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 51 views
Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 33 views
Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”