google-site-verification=x07vjbomxlsBvPbIbOjcR7vfc5Jw4mGyIscP06Am1sQ

TNI Siapkan 139 Ribu Personel AD untuk Amankan Masa Tenang Pilkada 2024

narapolitik.com – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan bahwa TNI Angkatan Darat (AD) akan melaksanakan lima langkah strategis untuk menjaga kelancaran masa tenang Pilkada 2024. Langkah-langkah tersebut diterapkan menjelang hari pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2024.

Menurut Wahyu, langkah pertama yang dilakukan adalah menjaga netralitas personel TNI AD selama masa tenang. Langkah kedua, TNI AD akan mendampingi penertiban alat peraga kampanye (APK) yang masih terpasang di berbagai wilayah. Hal ini dilakukan untuk mendukung terciptanya Pilkada yang jujur dan adil. “TNI AD dilibatkan dalam pengawasan distribusi logistik pilkada, yang saat ini sudah berada di berbagai wilayah yang akan menggelar pilkada,”

Selain itu, dukungan keamanan juga menjadi fokus utama. Sebagai langkah keempat, personel TNI AD akan membantu pengawasan distribusi logistik Pilkada. Wahyu menyebutkan bahwa logistik pemilu yang sudah tiba di berbagai wilayah akan diawasi secara ketat untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Langkah kelima adalah bersiaga bersama unsur keamanan lainnya, seperti Polri, untuk mengantisipasi potensi konflik, provokasi, atau ancaman keamanan yang dapat terjadi selama masa tenang.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa total 169.369 personel TNI dari tiga matra—AD, AL, dan AU—dikerahkan dalam rangka pengamanan Pilkada Serentak 2024. Dari jumlah tersebut, 139.339 personel berasal dari TNI AD, termasuk personel dari 15 Komando Daerah Militer (Kodam), Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan Komando Cadangan Strategis (Kostrad). “Pendekatan ini menggambarkan komitmen TNI dalam menjaga integritas negara serta mendukung demokrasi damai dan terkendali,” jelas Agus.

Adapun personel TNI AL dan AU juga memiliki peran signifikan. TNI AL menurunkan 19.793 personel yang tersebar di Pangkalan Utama (Lantamal) dan Pangkalan (Lanal) untuk melakukan patroli bersama Polri. Sementara itu, 10.237 personel TNI AU disiagakan di semua Lanud, termasuk Lanud Tipe A, B, dan C.

Komitmen kuat dari seluruh elemen TNI diharapkan dapat menciptakan suasana aman, damai, dan terkendali selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

raditya

Related Posts

Pasangan Edy-Hasan Resmi Gugat Hasil Pilkada Sumut 2024 ke MK

narapolitik.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara (Sumut) nomor urut 2, Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala, secara resmi mengajukan gugatan hasil Pilkada Sumut 2024 ke Mahkamah…

Khofifah-Emil Menang Telak di Pilkada Jatim, Raih 58,81 Persen Suara

narapolitik.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa–Emil Elestianto Dardak, berhasil memenangkan Pilkada Jawa Timur 2024 dengan perolehan suara sebanyak 12.192.165 atau 58,81 persen dari…

Leave a Reply

You Missed

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Hasan Nasbi: Bukan Waktu yang Pas Buat Provokasi Pemerintah

Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 31 views
Transisi di Golkar Sulsel: SK Pawe Berakhir, Isu Muhidin Jadi Plt Ketua Mencuat

Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

  • By raditya
  • November 20, 2025
  • 38 views
Karier Politik Amien Rais di Ambang Krisis: Gagal di Pilpres, Tinggalkan PAN, dan Kini Digugat oleh Partai Ummat

Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 51 views
Denny Indrayana Gabung Tim Hukum Roy Suryo cs

Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

  • By raditya
  • November 14, 2025
  • 33 views
Becak Listrik untuk Lansia : Dorong Pemberdayaan Pengayuh di Indramayu

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”

Kritik Keras Amien Rais terhadap Proses Reformasi Polri: “Hanya Mempertahankan Kebobrokan”